Jakarta – Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas generasi muda Jakarta sekaligus mendukung terwujudnya visi Jakarta sebagai kota global. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kepemudaan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Kak Bambang Ardiansyah, saat membacakan sambutan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Drs. Andri Yansyah, M.H., pada kegiatan Pembekalan Kontingen DKI Jakarta menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII, Sabtu (6/6/2026), di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Jakarta saat ini tengah berada pada momentum penting pembangunan melalui visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 untuk mensejajarkan Jakarta dengan kota-kota global dunia seperti Tokyo, Melbourne, dan Kuala Lumpur.

Menurut Andri Yansyah, keberhasilan sebuah kota global tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun kemajuan transportasi, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusianya.
“Sebagai kota global, Jakarta tidak hanya membutuhkan gedung-gedung tinggi, tetapi juga manusia-manusia yang memiliki kualitas tinggi. Dan generasi muda adalah kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Bambang saat membacakan sambutan.
Data kepemudaan menunjukkan bahwa hampir seperempat penduduk DKI Jakarta merupakan kelompok pemuda dengan jumlah mencapai lebih dari 2,4 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, Gerakan Pramuka DKI Jakarta memiliki lebih dari 130 ribu anggota muda aktif yang dinilai menjadi kekuatan sosial yang besar dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa tingkat partisipasi pemuda Jakarta dalam organisasi di luar lingkungan sekolah maupun tempat kerja masih tergolong rendah. Berdasarkan data yang dipaparkan, hanya sekitar 3,63 persen pemuda Jakarta yang aktif berorganisasi.
Karena itu, keberadaan dan aktivitas anggota Pramuka dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan partisipasi pemuda sekaligus memperkuat kepemimpinan generasi muda di Jakarta.
“Setiap kali kalian hadir di kegiatan Pramuka, setiap kali kalian aktif berorganisasi, kalian sedang menulis ulang statistik tentang pemuda Jakarta. Kalian bukan data, tetapi pihak yang mengubah data itu sendiri,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bambang Ardiansyah.

Selain meningkatkan partisipasi pemuda, Gerakan Pramuka juga disebut berkontribusi terhadap peningkatan nilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) DKI Jakarta. IPP merupakan indikator nasional yang digunakan untuk mengukur kualitas pembangunan pemuda melalui lima domain utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan layak, partisipasi dan kepemimpinan, serta inklusivitas dan kesetaraan gender.
Gerakan Pramuka memberikan kontribusi langsung pada aspek partisipasi dan kepemimpinan melalui berbagai kegiatan kepramukaan, termasuk Jambore Nasional, Satuan Karya (Saka), dan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan generasi muda secara aktif.
Tidak hanya itu, Pramuka juga dinilai berkontribusi secara tidak langsung dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang dihadapi remaja dan pemuda, seperti kenakalan remaja, pernikahan usia dini, hingga meningkatnya jumlah pemuda yang tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan, maupun tidak mengikuti pelatihan atau dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training).
Melalui kegiatan Pembekalan Kontingen DKI Jakarta menuju Jambore Nasional XII, para peserta diharapkan tidak hanya mempersiapkan diri sebagai duta daerah dalam ajang nasional, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Gerakan Pramuka dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berlandaskan kualitas sumber daya manusia unggul.

