Jakarta – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka resmi membuka penjaringan peserta untuk mengikuti Jambore Dunia ke-26 Tahun 2027 yang akan diselenggarakan di Gdańsk, Polandia, pada 29 Juli hingga 8 Agustus 2027. Melalui surat edaran terbaru, Kwarnas mengajak seluruh Kwartir Daerah (Kwarda) di Indonesia untuk melakukan seleksi dan penjaringan peserta secara optimal guna memberikan kesempatan lebih luas bagi anggota Pramuka yang memenuhi syarat.
Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P., menyampaikan bahwa informasi tersebut perlu diteruskan hingga tingkat gugus depan agar seluruh anggota Pramuka yang berpotensi dapat memperoleh kesempatan menjadi bagian dari Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia pada ajang internasional tersebut.
Jambore Dunia merupakan pertemuan Pramuka terbesar di dunia yang mempertemukan ribuan peserta dari berbagai negara. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran budaya, pengembangan kepemimpinan, persahabatan internasional, serta penguatan karakter generasi muda melalui berbagai aktivitas pendidikan dan petualangan.
Dalam edaran tersebut, Kwarnas juga melakukan penyesuaian lini masa pendaftaran dan persiapan kontingen. Kwartir Daerah diminta menyampaikan formulir kesediaan beserta estimasi jumlah peserta paling lambat pada 15 Mei 2026. Selanjutnya, proses verifikasi dan finalisasi data peserta oleh Kwarnas dijadwalkan pada 1 Juli 2026. Sementara itu, batas akhir pendaftaran peserta sekaligus pembayaran tahap pertama ditetapkan pada 1 Agustus 2026.
Adapun pelunasan biaya akan dilakukan secara bertahap pada Oktober 2026 dan Januari 2027. Proses pengurusan visa bagi peserta dan pembina pendamping direncanakan mulai Januari 2027.
Selain peserta, Kwarnas juga menetapkan ketentuan bagi pembina pendamping. Setiap pembina akan mendampingi maksimal sembilan peserta dengan rasio 1:9. Pembina pendamping wajib memiliki ijazah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan berusia minimal 26 tahun. Jika jumlah pembina melebihi kebutuhan, mereka akan dialokasikan sebagai International Service Team (IST).
Sementara itu, calon IST harus berusia minimal 18 tahun saat pelaksanaan kegiatan, memiliki ijazah KMD atau sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Instruktur Muda (PPIM), serta memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang baik.
Kwarnas juga membuka program kunjungan atau visitor program bagi unsur pemerintah daerah, kwartir yang mengirimkan utusan, keluarga peserta, pembina gugus depan, maupun unsur Satuan Karya Pramuka yang ingin melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jambore Dunia 2027. Informasi terkait paket biaya kunjungan akan diumumkan kemudian.
Dalam persyaratan peserta, Kwarnas menegaskan bahwa calon peserta harus memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian persiapan yang telah ditetapkan. Persiapan tersebut meliputi pemusatan latihan kontingen, pembinaan keterampilan, hingga pembekalan budaya dan kepramukaan internasional.
Berdasarkan estimasi yang tercantum dalam edaran, biaya keikutsertaan peserta diperkirakan mencapai Rp67.097.000 per orang. Biaya tersebut mencakup kontribusi kegiatan jambore, tiket pesawat, perlengkapan kontingen, pemusatan latihan, serta pengurusan visa. Namun, Kwarnas menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat perkiraan dan dapat berubah mengikuti nilai tukar mata uang serta harga tiket pada saat pemesanan.
Melalui pembukaan penjaringan ini, Kwarnas berharap semakin banyak anggota Pramuka Indonesia yang dapat memperoleh pengalaman internasional dan menjadi duta bangsa dalam ajang Jambore Dunia 2027. Partisipasi dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan wawasan global, memperkuat persahabatan antarbangsa, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah kepramukaan dunia.
Download Surat Edarannya disini

