Jakarta Utara — Upaya pengendalian limbah plastik dan sampah industri terus didorong melalui kolaborasi lintas unsur. Hal ini terlihat dalam kegiatan rapat persiapan penanganan limbah yang digelar di SMK Negeri 56 Jakarta Utara pada Jumat (17/4/2026).

Sebanyak 24 peserta mengikuti kegiatan ini yang melibatkan unsur Kwartir Cabang (Kwarcab), Kwartir Ranting (Kwarran), serta pihak sekolah. Rapat ini menjadi langkah awal dalam merancang program pengelolaan sampah berbasis edukasi dan pemberdayaan Pramuka.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Kwarcab Jakarta Utara, Kak Budi Sulistiono, yang menyampaikan rencana pembentukan Kampung Pramuka di wilayah Penjaringan dengan pusat kegiatan di SMKN 56. Menurutnya, program ini diharapkan menjadi model pembinaan sekaligus solusi terhadap permasalahan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Kwarran Penjaringan, Sujud Hanafie, menekankan pentingnya peran aktif anggota Pramuka dalam upaya pengelolaan sampah.
“Peran adik-adik Pramuka harus terlihat, terutama dalam kegiatan yang berdampak langsung bagi lingkungan,” ujarnya.

Dari pihak sekolah, Kepala Subbagian Tata Usaha SMKN 56, Rachiman, M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah telah memiliki sarana pendukung untuk pengolahan sampah, yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam program ini.
Materi yang dibahas dalam rapat ini berfokus pada pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan hasil olahan.
Salah satu peserta, Kalila Safitri, Pramuka Penegak dari SMKN 56, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pengolahan sampah menjadi kompos tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis.
“Senang karena bisa belajar mengolah sampah menjadi kompos, dan ternyata bisa menghasilkan uang juga,” ujarnya.
Mengusung tema “Kendalikan Sampah Plastik”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan, bahkan menuju target zero waste di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Melalui inisiatif ini, Gerakan Pramuka diharapkan dapat semakin berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Pewarta: Kak Dirman

