Jakarta – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan kepramukaan melalui kegiatan bertajuk “Optimalisasi AI dan Aplikasi Ayo Pramuka” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 69 peserta ini menghadirkan berbagai unsur Gerakan Pramuka, mulai dari andalan kwartir, Dewan Kerja Daerah (DKD), perwakilan Kwartir Cabang Kepulauan Seribu yang dipimpin Kak Rustini beserta jajaran, hingga anggota Pramuka dari berbagai tingkatan di wilayah DKI Jakarta.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan kapasitas sumber daya manusia Gerakan Pramuka DKI Jakarta tahun 2026 yang berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan kepramukaan yang lebih modern, efektif, dan inovatif.
Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta, Kak Rationo saat membuka acara, menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi Ayo Pramuka dan teknologi AI merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan kepramukaan berbasis digital.
Ia berharap seluruh peserta dapat memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal sehingga mampu mendukung program-program kepramukaan di masing-masing wilayah.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Kwartir Daerah DKI Jakarta Bidang Hubungan Antar Lembaga, Komunikasi, Informatika, dan Statistik, Kak Triadi, menegaskan pentingnya adaptasi teknologi di lingkungan Gerakan Pramuka. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), harus dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pembinaan generasi muda.

“Pramuka harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Teknologi informasi dan AI dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas kegiatan, publikasi, serta pelayanan kepada anggota,” ujarnya.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Kak Charis Hadi Febrianto dan menghadirkan narasumber Kak Uki Nusi, perwakilan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarda DKI Jakarta dan Kak Rasyid Ridla selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Kwarda DKI Jakarta.
Dalam sesi pemaparan materi, Kak Uki Nusi menjelaskan secara rinci berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi Ayo Pramuka. Peserta diberikan panduan mengenai cara meningkatkan poin keanggotaan melalui fitur activity award, menyelesaikan misi harian, mengisi Syarat Kecakapan Umum (SKU), hingga mengunggah dokumentasi kegiatan dengan ukuran foto maksimal 2 MB.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sistem peringkat anggota dan kwartir yang tersedia dalam aplikasi. Fitur tersebut dinilai dapat menjadi motivasi bagi anggota maupun kwartir untuk lebih aktif melaksanakan kegiatan dan mendokumentasikannya melalui platform digital.
“Kegiatan yang dilakukan anggota dapat tercatat dengan baik melalui aplikasi. Semakin aktif mengisi aktivitas dan SKU, semakin besar manfaat yang diperoleh baik bagi anggota maupun kwartir,” jelas Kak Uki.
Tidak hanya membahas aplikasi Ayo Pramuka, pelatihan ini juga mengupas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung kebutuhan publikasi dan penyebarluasan informasi kepramukaan yang disampaikan oleh Kak Rasyid Ridla.
Melalui demonstrasi langsung menggunakan telepon genggam dan laptop, peserta diajak mempraktikkan pembuatan poster digital berbasis AI menggunakan platform Gemini. Narasumber menjelaskan teknik penyusunan prompt yang efektif agar menghasilkan desain yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan Pramuka.
Peserta juga mendapatkan contoh-contoh prompt yang dapat digunakan untuk membuat poster kegiatan secara cepat dan menarik. Dalam sesi tersebut, dibahas pula tantangan penggunaan AI, khususnya terkait akurasi atribut Pramuka yang sering kali belum tergambar secara tepat pada hasil visual yang dihasilkan kecerdasan buatan.
Selain pembuatan poster, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk membantu penyusunan artikel, pengolahan ide konten, hingga mendukung kebutuhan administrasi dan publikasi kegiatan kepramukaan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai optimalisasi fitur aplikasi Ayo Pramuka, penggunaan AI untuk kegiatan kwartir dan gugus depan, serta strategi memanfaatkan teknologi digital tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
Melalui kegiatan ini, Kwarda DKI Jakarta berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan penggunaan aplikasi Ayo Pramuka dan teknologi AI secara bijak, kreatif, serta produktif guna mendukung pengembangan Gerakan Pramuka yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Kwarda DKI Jakarta dalam memperkuat transformasi digital kepramukaan melalui pemanfaatan teknologi informasi modern yang dapat meningkatkan kualitas pembinaan, komunikasi, dan publikasi kegiatan Pramuka di seluruh wilayah DKI Jakarta.

