Jakarta Utara — Kwartir Ranting (Kwarran) Cilincing secara resmi memperkenalkan Logo Lomba Tingkat (LT) II Kwarran Cilincing Tahun 2026 yang akan menjadi identitas kegiatan perlombaan Pramuka Penggalang tingkat ranting tahun ini. Logo tersebut dirancang oleh Wakil Ketua Pembinaan Anggota Dewasa (Waka Binawasa) Kwarran Cilincing, Kak Asep Supriyadi, dengan mengusung tema “Merajut Persaudaraan, Mengukir Prestasi Berintegritas.”
Peluncuran logo ini menjadi salah satu bagian dari persiapan pelaksanaan LT II Kwarran Cilincing yang akan mempertemukan regu-regu terbaik Pramuka Penggalang dari berbagai gugus depan di wilayah Cilincing.
Dalam keterangannya, Kak Asep Supriyadi menjelaskan bahwa logo LT II 2026 tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual kegiatan, tetapi juga menjadi representasi nilai-nilai pendidikan kepramukaan yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta.

“Saya berharap seluruh Penggalang se-Cilincing mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai perlombaan yang akan hadir pada LT II tahun ini. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran, persaudaraan, dan pengembangan karakter. Mari kita laksanakan LT II dengan penuh semangat, kegembiraan, serta menjunjung tinggi sportivitas. Semoga logo yang kami hadirkan ini mampu merepresentasikan karakter Penggalang yang penuh semangat, memiliki rasa ingin tahu yang besar, kreatif, serta memiliki integritas yang kokoh dan ketangguhan dalam menghadapi setiap tantangan,” ujar Kak Asep.
Logo LT II Kwarran Cilincing 2026 mengandung berbagai unsur filosofis yang saling berkaitan. Bentuk dasar segi empat melambangkan Empat Prinsip Dasar Kepramukaan yang menjadi fondasi pendidikan karakter bagi setiap anggota Pramuka. Di dalamnya terdapat susunan bidang yang membentuk huruf “L” dan “T” sebagai singkatan dari Lomba Tingkat, sekaligus membentuk simbol angka Romawi II yang menandakan jenjang perlombaan tingkat ranting.
Keberadaan Tunas Kelapa menegaskan identitas Gerakan Pramuka Indonesia sebagai organisasi pendidikan yang membentuk pribadi tangguh, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. Sementara itu, Logo WOSM mencerminkan semangat persaudaraan dunia dan keterhubungan Gerakan Pramuka Indonesia dengan jutaan anggota kepanduan di berbagai negara.

Dari sisi warna, dominasi warna merah melambangkan keberanian, semangat juang, dan jiwa kepemimpinan Pramuka Penggalang. Warna hitam menggambarkan ketegasan, disiplin, dan kekuatan karakter. Warna jingga (oranye) mencerminkan kreativitas, optimisme, dan semangat berkarya, sedangkan garis-garis abu-abu yang menghubungkan seluruh elemen logo menjadi simbol persatuan, sportivitas, dan kebersamaan antar gugus depan dalam bingkai persaudaraan.
Secara keseluruhan, logo LT II Kwarran Cilincing Tahun 2026 menggambarkan sosok Pramuka Penggalang yang berani, kreatif, tangguh, berintegritas, dan mampu berkompetisi secara sehat dalam semangat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan LT II sebagai wahana pembinaan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui tema “Merajut Persaudaraan, Mengukir Prestasi Berintegritas,” Kwarran Cilincing berharap LT II Tahun 2026 tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bertumbuh bagi para Penggalang untuk belajar, berkarya, dan mempererat persaudaraan sesama anggota Gerakan Pramuka.
Pewarta: Kak Amel

