Jakarta Selatan — Anggota Pramuka SMA Negeri 85 Jakarta menggelar kegiatan wall climbing di Universitas Budi Luhur pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan bertema “Taklukkan Tinggi, Temukan Jati Diri” tersebut diikuti oleh 20 peserta dengan penuh semangat dan antusiasme.
Kegiatan dipimpin oleh Kak Maydan Hubban Ilyas Ketua Pelaksana Kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa wall climbing bukan sekadar olahraga ekstrem, tetapi juga sarana melatih mental dan keberanian peserta.

“Wall climbing bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sebuah tantangan untuk melawan rasa takut, membangun mental yang kuat, serta melatih kerja sama dan kepercayaan diri,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berani mencoba hal baru, menjaga sportivitas, dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman yang edukatif sekaligus inspiratif.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi pengenalan simpul dan alat keselamatan sebelum mengikuti praktik memanjat langsung di arena wall climbing. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh instruktur.
Pembina Putri Pramuka SMA Negeri 85 Jakarta, Kak Nining Lasiyati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Ambalan yang difasilitasi pihak pembina untuk menambah pengalaman anggota Pramuka.

“Kegiatan ini merupakan program kerja Ambalan, kami sebagai pembina hanya memfasilitasi keinginan adik-adik untuk menambah pengalaman,” katanya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari kesan yang disampaikan setelah mengikuti kegiatan. Kak Abal Mustad Afin mengaku senang karena kegiatan tersebut tidak hanya seru, tetapi juga memberikan banyak pelajaran mengenai keberanian, kerja sama, dan keselamatan saat memanjat.
Sementara itu,Kak Mauliifah Syarof juga menyampaikan bahwa kegiatan wall climbing memberikan pengalaman baru yang menantang dan menyenangkan bersama teman-temannya.
Peserta lainnya, Desya Alfiani, juga mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, wall climbing menjadi pengalaman baru yang tidak bisa dirasakan semua orang.

“Menurut aku setelah ikut wall climbing kemarin itu benar-benar seru banget. Rasanya punya pengalaman baru yang enggak semua orang bisa dapatkan, apalagi ada kakak-kakak yang kasih pengetahuan terkait tali-temali dan cara memanjat tebing kalau terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Desya menambahkan, bagian paling menantang baginya adalah saat melakukan teknik turun dari ketinggian yang membuat adrenalin terpacu.

“Yang paling seru pas bagian turun, tantangannya benar-benar lebih ekstrem lagi karena pas naik ke atas enggak ada pengaman sama sekali jadi harus percaya sama diri sendiri. Walaupun sempat terbalik saat turun karena masih ragu, tapi rasanya malah jadi nagih dan pengin coba lagi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pramuka SMA Negeri 85 Jakarta berharap para peserta dapat meningkatkan keberanian, rasa percaya diri, serta kemampuan bekerja sama dalam menghadapi tantangan.
Pewarta: Pramuka SMAN 85

