Jakarta – Sebanyak 50 Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Cabang (Kwarcab) Jakarta Selatan turut berpartisipasi dalam Festival Urban Farming yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya ketahanan pangan di kawasan perkotaan melalui penerapan konsep urban farming.
Festival menghadirkan beragam kegiatan interaktif yang memperkenalkan cara memanfaatkan lahan terbatas sebagai media bercocok tanam, sekaligus memberikan edukasi mengenai lingkungan dan keberlanjutan. Kehadiran puluhan anggota Pramuka Penegak dan Pandega menjadi bagian dari upaya Gerakan Pramuka dalam mendukung peningkatan kesadaran generasi muda terhadap isu ketahanan pangan.
Salah satu peserta, Muhammad Surya Mahendra dari Dewan Kerja Ranting (DKR) Kebayoran Baru, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan mengenai pemanfaatan lahan perkotaan untuk menghasilkan pangan secara mandiri.
“Festival ini diharapkan menjadi kegiatan yang mampu mengedukasi generasi muda tentang pentingnya ketahanan pangan yang dapat diwujudkan di lingkungan perkotaan melalui metode urban farming,” ujar Surya.

Salah satu aktivitas yang menarik perhatian peserta adalah tantangan mengumpulkan stempel bergambar hewan dan buah. Dalam tantangan tersebut, peserta harus mengunjungi stan-stan yang telah ditentukan, mendengarkan penjelasan dari petugas mengenai materi yang disampaikan, kemudian memperoleh stempel sebagai bukti telah menyelesaikan edukasi di setiap stan.
Konsep tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga diajak aktif berkeliling, berdiskusi, dan mengenal berbagai inovasi pertanian perkotaan melalui pengalaman langsung.
Selain mempelajari teknik urban farming, para peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pelestarian lingkungan. Surya mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai ekosistem mangrove beserta perannya dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem.
Menurutnya, seluruh rangkaian festival dikemas secara edukatif sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai usia, khususnya generasi muda.
Partisipasi 50 Pramuka Penegak dan Pandega Kwarcab Jakarta Selatan dalam Festival Urban Farming diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan budaya bercocok tanam di lingkungan masing-masing. Melalui kegiatan ini, anggota Pramuka juga didorong untuk menjadi agen perubahan dalam mengampanyekan pentingnya ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta pemanfaatan ruang terbatas secara produktif di kawasan perkotaan.
Penulis: Arsyha Threaryathi

