Jakarta – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta mengirimkan 4 anggotanya untuk mengikuti Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kompleks Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas) Gerakan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, pada 16–22 Juni 2026.
Keempat peserta yang mewakili DKI Jakarta tersebut adalah Agus Santoso, Mulyadi, Eko Pamilu Hardi, dan Sugiyanto dari Kwartir Cabang Jakarta Timur.

Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari enam malam ini diikuti oleh 40 peserta dari 17 Kwartir Daerah di seluruh Indonesia, terdiri atas 25 peserta putra dan 15 peserta putri. Para peserta akan menjalani kurikulum pendidikan dan pelatihan selama 70 jam pelajaran yang mencakup materi orientasi, penguatan kompetensi, penerapan, hingga pengukuhan sebagai calon pelatih pembina.
Kursus secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Kak Dr. Rahman Syah, M.Si. Turut hadir dalam pembukaan Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pengabdian Masyarakat, Lingkungan Hidup dan Humasinfo Kak Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, S.IP., M.M., serta Kepala Pusdiklatnas Gerakan Pramuka Kak Yana Suptiana, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Kak Rahman Syah menegaskan bahwa keberhasilan Gerakan Pramuka sangat ditentukan oleh kualitas pembina di lapangan. Karena itu, para peserta KPD diharapkan mampu menjadi pelatih yang dapat melahirkan pembina-pembina berkualitas di daerah masing-masing.

“Tugas Kakak begitu kembali, ketemu dengan Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Hubungi UPT-nya, diskusi bagaimana menyiapkan tenaga pembina yang merata di seluruh satuan pendidikan atau gugus depan,” tegas Kak Rahman.
Ia juga menekankan bahwa kemajuan Gerakan Pramuka tidak ditentukan oleh pimpinan di kwartir semata, melainkan oleh para pembina yang secara langsung mendampingi peserta didik.
“Pada akhirnya, pembina yang mengikuti kursus yang Kakak rancang bisa berdiri di depan peserta didik dan membuat adik-adik kita tampil di panggung-panggung juara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara KPD Nasional 2026, Kak Mohammad Laiyin Nento, menjelaskan bahwa kursus ini merupakan momentum penting bagi para pembina yang akan beralih peran menjadi pelatih pembina.
“KPD ini adalah sebuah kursus peralihan, dari dunia membina hingga akhirnya bertambah amanah melatih para anggota dewasa. Inilah momentum penting yang bisa Kakak alami langsung di sini,” kata Kak Laiyin.
Menurutnya, Pusdiklatnas terakhir menyelenggarakan KPD pada tahun 2019. Setelah jeda cukup panjang, kursus kembali digelar untuk memenuhi kebutuhan pelatih pembina di berbagai daerah, khususnya wilayah yang masih membutuhkan penguatan sumber daya pelatih.
Salah satu peserta dari DKI Jakarta, Kak Eko Pamilu Hardi, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti kursus tingkat nasional tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan banyak pengalaman baru sekaligus memperluas jejaring dengan sesama calon pelatih dari seluruh Indonesia.
“Saya merasa bahagia mengikuti kegiatan ini. Kami dapat membangun jaringan dari seluruh Indonesia dan mendapatkan banyak masukan, di antaranya teknik menghadapi orang dewasa, penguatan metode dan teknik membina, penguatan komitmen dalam kepramukaan, serta pemanfaatan gawai dalam berbagai aspek pembinaan,” ujar Kak Eko.

Ia juga mengapresiasi para pelatih dan narasumber yang dinilai sangat menguasai materi serta mampu menciptakan suasana belajar yang efektif.
“Insyaallah kami siap menjadi bagian dari korps pelatih Kwarcab Jakarta Timur, selain tetap menjalankan kewajiban memajukan kepramukaan di gugus depan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kak Sugiyanto dari Kwarran Kramat Jati yang mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kursus.
“Perasaan saya mengikuti KPD di Kwarnas sangat luar biasa. Bertemu dengan calon pelatih dari seluruh Indonesia membuat kami semakin bersemangat, enerjik, dan siap mengabdi untuk bangsa, negara, dan Gerakan Pramuka,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan 4 peserta pada KPD Nasional 2026 ini, Kwarda DKI Jakarta berharap dapat memperkuat kualitas sumber daya pelatih pembina yang nantinya akan berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan di gugus depan maupun kwartir, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang berkarakter, terampil, dan berdaya saing.
Pewarta: Kak Eko Pamilu Hadi

