Jakarta Pusat — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta melakukan monitoring Kampung Pramuka di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan program Kampung Pramuka sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis kepramukaan.

Monitoring dihadiri oleh Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta Kak Ratiyono, Bendahara Kak Sri Utami, serta Sekretaris Kak Budi Sulistiono. Kehadiran jajaran Kwarda tersebut sekaligus memberikan arahan strategis bagi pengembangan Kampung Pramuka di wilayah Jakarta Pusat.
Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Jakarta Pusat, Kak Asep, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rencana inovasi program ke depan. Ia menegaskan bahwa kegiatan edukatif kepramukaan akan lebih difokuskan di Kampung Pramuka, tidak lagi terpusat di kantor pemerintahan.

“Ke depan, kegiatan yang bersifat edukasi tidak lagi dilaksanakan di Kantor Wali Kota, tetapi di Kampung-Kampung Pramuka yang ada di Jakarta Pusat,” ujarnya.
Selain itu, Kwarcab Jakarta Pusat juga mulai mengembangkan inovasi di bidang digital sebagai bagian dari penguatan branding Kampung Pramuka. Kak Asep menyebutkan bahwa Kampung Pramuka Jakarta Pusat kini telah hadir dalam platform kecerdasan buatan serta memiliki situs web khusus sebagai media informasi dan promosi kegiatan.
“Kami melakukan branding digital Kampung Pramuka. Saat ini sudah hadir di AI Gemini dan juga memiliki website khusus Kampung Pramuka,” tambahnya.

Sementara itu, Kak Ratiyono mengapresiasi perkembangan program yang telah berjalan. Namun, ia menekankan pentingnya penguatan variasi kegiatan yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatannya sudah berjalan, tinggal ditambahkan variasi kegiatan yang lebih interaktif dan praktik bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan Kampung Pramuka harus dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, tidak berjalan sendiri. Menurutnya, dukungan dana dari Kwarda bersifat stimulan yang perlu dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Dalam pengembangan Kampung Pramuka jangan sendirian, tetapi harus berkolaborasi. Dana dari Kwarda hanya stimulan, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kwarda DKI Jakarta juga mendorong agar konsep Kampung Pramuka ini dapat diperluas ke wilayah kwartir ranting lain di Jakarta Pusat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan Kampung Pramuka di Kemayoran dapat terus berkembang menjadi pusat edukasi, inovasi, dan kolaborasi yang berdampak nyata bagi masyarakat serta generasi muda di Jakarta Pusat.
Pewarta: Kak Oki

