Jakarta Pusat — Ambalan Soekarno–Fatmawati Gugus Depan 02.317–02.318 Pangkalan SMAN 25 Jakarta menggelar rangkaian kegiatan kepramukaan berupa Musyawarah Ambalan dan aksi berbagi takjil pada Jumat–Sabtu, 13–14 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengamalan nilai Dasa Darma Pramuka serta upaya menanamkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan berbagi takjil dilaksanakan di sekitar Jalan A.M. Sangaji dan area sekitar SMAN 25 Jakarta. Anggota Ambalan yang tergabung dalam AMBAKARWA turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Selain aksi sosial, kegiatan juga diisi dengan Musyawarah Ambalan sebagai forum evaluasi sekaligus penyusunan kepengurusan dan program kerja Ambalan periode 2026–2027. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja yang telah disusun bersama para pembina Pramuka SMAN 25 Jakarta.
Pembinaan Pramuka di SMAN 25 Jakarta berada di bawah arahan Kepala SMAN 25 Jakarta sekaligus Kamabigus, Triyem, didampingi Ka Gudep Putra Indar Cahyanto dan Ka Gudep Putri Dea Siti Shodiqoh, serta para pembina pendamping lainnya.
Menurut Dea Siti Shodiqoh dan Indar Cahyanto, Ambalan Soekarno–Fatmawati memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kepanduan yang selaras dengan nilai karakter dan kebangsaan.

“Kegiatan Ambalan tidak hanya sebatas aktivitas organisasi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, persaudaraan, serta semangat persatuan di kalangan anggota Pramuka,” ujar Dea.
Hal senada disampaikan pembina pendamping Alfian Amura yang menilai kegiatan Ambalan merupakan proses pembinaan karakter bagi anggota Pramuka Penegak agar mampu berperan aktif dalam berbagai kegiatan kepramukaan.
Ia menyebutkan sejumlah anggota Pramuka AMBAKARWA telah terlibat dalam kegiatan kepramukaan di tingkat yang lebih luas, seperti di Dewan Kerja Ranting Gambir hingga Dewan Kerja Kwartir Cabang Jakarta Pusat.
Sementara itu, Kepala SMAN 25 Jakarta Triyem mengaku bangga atas peran aktif Pramuka SMAN 25 yang selama ini turut mewarnai berbagai kegiatan kepramukaan mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional.
“Pramuka menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai kepemimpinan untuk masa depan,” ujarnya.

Musyawarah Ambalan juga menjadi momen penting bagi pengurus sebelumnya untuk mempertanggungjawabkan program kerja selama satu tahun kepengurusan sebelum dilanjutkan oleh kepengurusan baru.
Dalam proses pembinaan Pramuka Penegak di SMAN 25 Jakarta, kegiatan dilaksanakan sesuai pedoman Gerakan Pramuka yang menekankan pengembangan kepemimpinan, kemandirian, dan pengabdian masyarakat melalui prinsip Tri Bina, yakni Bina Diri, Bina Satuan, dan Bina Masyarakat.
Kegiatan pembinaan tersebut juga selaras dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 176 Tahun 2013 tentang Petunjuk Penyelenggaraan dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Ambalan Soekarno–Fatmawati SMAN 25 Jakarta diharapkan mampu terus melahirkan generasi muda yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Pewarta: Indar Cahyanto, M.Pd

