Jakarta Utara — Sebanyak 347 anggota Gerakan Pramuka dari berbagai tingkatan memadati Kampung Pramuka Proklim Gang Hijau Cemara, Kwartir Cabang (Kwarcab) Jakarta Utara, Sabtu (16/5/2026), untuk mengikuti kegiatan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka Tingkat Nasional.
Peserta yang hadir terdiri dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak, hingga para Pembina Pramuka. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan berjalan tertib di bawah pengawasan penanggung jawab kegiatan, Kak Sayadi dan Kak Ridwan.

Ketua Kampung Pramuka, Kak Dani Arwanto, menegaskan bahwa KTA Nasional bukan hanya sekadar kartu identitas anggota, tetapi juga simbol legalitas dan komitmen dalam Gerakan Pramuka.
“KTA Pramuka Tingkat Nasional ini bukan sekadar selembar kartu identitas biasa. Kartu ini adalah bukti legalitas, identitas resmi, sekaligus simbol bahwa kita adalah bagian dari keluarga besar Gerakan Pramuka Indonesia yang diakui secara nasional,” ujarnya.
Menurutnya, kepemilikan KTA Nasional menjadi langkah penting dalam mendukung administrasi organisasi sekaligus memperkuat identitas anggota Pramuka di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Dani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tim pelaksana yang telah memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Terima kasih kepada Kak Sayadi dan Kak Ridwan atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mengawal kegiatan hari ini sehingga berjalan tertib dan terstruktur,” katanya.
Selain proses administrasi dan pengambilan data anggota, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antaranggota Pramuka dari berbagai gugus depan di Jakarta Utara.
Kak Dani turut menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta, yakni mengikuti kegiatan dengan gembira, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat kekompakan antaranggota Pramuka.
Ia mengingatkan peserta untuk menjaga kebersihan karena lokasi kegiatan berada di kawasan Program Kampung Iklim (Proklim). “Jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak kaki, jangan ambil apa pun kecuali foto dan ilmu yang bermanfaat,” tegasnya.

Dengan budaya antre dan disiplin khas Pramuka, seluruh rangkaian proses pembuatan KTA Nasional berhasil diselesaikan tepat waktu. Kwarcab Jakarta Utara berharap kepemilikan KTA Nasional dapat meningkatkan motivasi berorganisasi serta memperkuat semangat pengabdian anggota Pramuka di wilayah Jakarta Utara.
Sebanyak 347 anggota Gerakan Pramuka dari berbagai tingkatan memadati Kampung Pramuka Proklim Gang Hijau Cemara, Kwartir Cabang (Kwarcab) Jakarta Utara, Sabtu (16/5/2026), untuk mengikuti kegiatan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka Tingkat Nasional.
Peserta yang hadir terdiri dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak, hingga para Pembina Pramuka. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan berjalan tertib di bawah pengawasan penanggung jawab kegiatan, Kak Sayadi dan Kak Ridwan.
Ketua Kampung Pramuka, Kak Dani Arwanto, menegaskan bahwa KTA Nasional bukan hanya sekadar kartu identitas anggota, tetapi juga simbol legalitas dan komitmen dalam Gerakan Pramuka.
“KTA Pramuka Tingkat Nasional ini bukan sekadar selembar kartu identitas biasa. Kartu ini adalah bukti legalitas, identitas resmi, sekaligus simbol bahwa kita adalah bagian dari keluarga besar Gerakan Pramuka Indonesia yang diakui secara nasional,” ujarnya.
Menurutnya, kepemilikan KTA Nasional menjadi langkah penting dalam mendukung administrasi organisasi sekaligus memperkuat identitas anggota Pramuka di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Dani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tim pelaksana yang telah memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Terima kasih kepada Kak Sayadi dan Kak Ridwan atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mengawal kegiatan hari ini sehingga berjalan tertib dan terstruktur,” katanya.

Selain proses administrasi dan pengambilan data anggota, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antaranggota Pramuka dari berbagai gugus depan di Jakarta Utara.
Kak Dani turut menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta, yakni mengikuti kegiatan dengan gembira, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat kekompakan antaranggota Pramuka.
Ia mengingatkan peserta untuk menjaga kebersihan karena lokasi kegiatan berada di kawasan Program Kampung Iklim (Proklim). “Jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak kaki, jangan ambil apa pun kecuali foto dan ilmu yang bermanfaat,” tegasnya.
Dengan budaya antre dan disiplin khas Pramuka, seluruh rangkaian proses pembuatan KTA Nasional berhasil diselesaikan tepat waktu. Kwarcab Jakarta Utara berharap kepemilikan KTA Nasional dapat meningkatkan motivasi berorganisasi serta memperkuat semangat pengabdian anggota Pramuka di wilayah Jakarta Utara.
Pewarta: Kak Ade Fatoni

