Jakarta – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta mengirimkan 10 anggota untuk mengikuti Training of Trainers (TOT) Rekrutmen Pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas) Gerakan Pramuka Tahun 2026 yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pelatihan kepramukaan melalui peningkatan kompetensi pelatih.

TOT Rekrutmen Pelatih Pusdiklatnas 2026 diikuti oleh 79 peserta yang berasal dari 31 Kwartir Daerah di seluruh Indonesia. Para peserta terdiri atas Kepala Pusdiklatda, unsur pelatih daerah, Andalan Nasional, staf Kwarnas, hingga pelatih Pusdiklatnas yang dipersiapkan menjadi Tim Pelatih Pusdiklatnas masa penugasan 2026–2028.
Keikutsertaan 10 perwakilan dari Kwarda DKI Jakarta menjadi wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang pendidikan kepramukaan. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai metodologi pelatihan, kepemimpinan, komunikasi, penyusunan kurikulum, hingga pengembangan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan Gerakan Pramuka saat ini.

Dalam pembukaan kegiatan, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso, melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Dr. Bachtiar Utomo, S.I.P., M.A.P., menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelatih merupakan tanggung jawab bersama dalam memajukan Gerakan Pramuka.
Menurutnya, pelatih tidak hanya dituntut menguasai materi kepramukaan, tetapi juga mampu mendidik, memfasilitasi proses pembelajaran, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mengembangkan metode pelatihan yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Peningkatan kualitas pelatih harus menjadi perhatian dan komitmen kita bersama,” demikian penegasan Ketua Kwarnas dalam sambutan yang dibacakan Sekjen Kwarnas.
Bachtiar juga menyampaikan bahwa Pusdiklatnas harus menjadi rujukan nasional dalam menjaga standar mutu pendidikan dan pelatihan kepramukaan. Melalui TOT ini diharapkan terbentuk tim pelatih yang profesional, kompeten, inovatif, dan mampu mendorong peningkatan kualitas pembinaan di seluruh Indonesia.

Selain itu, Ketua Kwarnas juga menyoroti tantangan pembinaan anggota muda di era digital. Menurutnya, pelatih dan pembina harus mampu beradaptasi dengan karakteristik Generasi Z dan Generasi Alpha melalui pendekatan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, tanpa meninggalkan prinsip dasar dan metode kepramukaan.
Melalui keikutsertaan dalam TOT Rekrutmen Pelatih Pusdiklatnas 2026, Kwarda DKI Jakarta berharap para peserta mampu membawa pengalaman dan kompetensi baru untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di daerah, sekaligus mendukung lahirnya pembina Pramuka yang profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan pembinaan generasi muda di masa depan.

