PRAMUKA JAKARTA – Dalam Gerakan Pramuka, setiap tanda kecakapan memiliki makna dan filosofi yang mendalam, termasuk Tanda Kecakapan Umum (TKU) Bantara dan Laksana pada golongan Pramuka Penegak. Tanda ini bukan sekadar simbol tingkat kepramukaan, tetapi juga menggambarkan proses pembentukan karakter, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kesiapan seorang Pramuka Penegak dalam mengembangkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Makna TKU Bantara dan Laksana Pramuka Penegak
Tingkat kecakapan umum Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat dari kain dengan warna dasar hijau tua.
Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman atau logam berwarna kuning emas.
Berbentuk trapesium, berwarna dasar hijau tua dengan panjang sisi 5 cm, sisi atas 4 cm dan panjang kaki miring kiri dan kanan masing-masing 7,5 cm, didalamnya terdapat gambar bintang sudut lima di bawahnya terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan arah dan di bawah tunas kelapa terdapat tulisan BANTARA atau LAKSANA.
Bintang bersudut lima mempunyai arti bahwa Pramuka Penegak bertaqwa kepada tuhan yang Maha Esa dan bermoral Pancasila.
Tunas kelapa yang berlawanan arah mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak Pramuka Penegak putra dan putri yang sedang membina dirinya sebagai mahluk pribadi, sosial dan mahluk Tuhan menuju cita-cita bangsa.
Tanda di pundak mengibaratkan tanggungjawab yang tidak ringan yang harus dipikulnya sebagai anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan Negara.
Bantara mengandung pengertian kader, ajudan, pengawas pembangunan yang kuat, baik dan terampil serta bermoral Pancasila.
Calon pemimpin bangsa dan negara yang masih belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam memimpin. Laksana mengandung arti pemimpin muda yang sudah sanggup mengemban dan melaksanakan tugas pembangunan bangsa dan negara serta mempunyai tanggungjawab yang lebih besar.
Melalui makna TKU Bantara dan Laksana, Pramuka Penegak diharapkan mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bahwa setiap Pramuka bukan hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi generasi muda yang siap membangun bangsa dengan semangat pengabdian dan moral Pancasila.

