Jakarta — Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia (KPBMI) sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif dan interaktif bertajuk “Main Baca Budaya” yang bertempat di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anggota Pramuka dari YP IPPI Cakung sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat literasi budaya dan kecintaan sejarah di kalangan generasi muda.

Melalui program “Main Baca Budaya”, para peserta diajak untuk memahami nilai-nilai perjuangan para pemuda masa lalu melalui metode pembelajaran yang menyenangkan. Rangkaian kegiatan meliputi tur museum interaktif, hingga permainan edukatif berbasis sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Perwakilan Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia, Kak Allya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan literasi museum di kalangan pelajar. “Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda antik, melainkan ruang belajar yang hidup. Melalui metode ‘Main Baca Budaya’, kami berharap adik-adik Pramuka dapat menyerap semangat Sumpah Pemuda dengan cara yang relevan, seru, dan berkesan,” ujarnya.

Keikutsertaan 20 anggota Pramuka dari YP IPPI Cakung juga memberikan dinamika positif. Sebagai anggota gerakan kepramukaan yang menjunjung tinggi Dasa Darma dan nilai kebangsaan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari eksplorasi koleksi museum hingga diskusi kelompok.

Kak Baihaqi selaku Pembina Pramuka YP IPPI Cakung turut mengapresiasi kolaborasi ini. “Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang sangat berharga bagi para peserta didik. Selain memperluas wawasan kebudayaan, adik-adik Pramuka juga semakin memahami pentingnya menjaga warisan sejarah bangsa,” ungkapnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini di Museum Sumpah Pemuda, KPBMI berharap sinergi antara komunitas pecinta budaya, lembaga pendidikan, dan museum dapat terus berlanjut untuk mencetak generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan bangga akan sejarah bangsanya.

Pewarta: Kak Muhamad Rizqi Baihaqi

