Jakarta Utara – Gugus Depan Gerakan Pramuka SMP Negeri 30 Jakarta menggelar Perkemahan Jumat dan Sabtu (Perjusa) pada 23–24 Oktober 2026 di lingkungan SMP Negeri 30 Jakarta. Mengusung tema “Tangguh, Mandiri, dan Kompak dalam Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus penguatan keterampilan kepramukaan bagi peserta didik.
Sebanyak 72 anggota Pramuka dari kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan tersebut. Perkemahan juga melibatkan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), anggota Mabigus, Ketua Gugus Depan putra dan putri, para pembina, serta instruktur yang mendampingi seluruh rangkaian kegiatan.

Perjusa dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala SMP Negeri 30 Jakarta, Ambari Nur Widiarti. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan mengenakan seragam, memasang hasduk, atau mendirikan tenda, melainkan wadah pendidikan karakter yang membentuk pribadi disiplin, mandiri, bertanggung jawab, jujur, dan peduli terhadap sesama.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan setiap aktivitas dalam perkemahan sebagai proses belajar membangun karakter melalui kebiasaan positif. Menurutnya, karakter yang kuat tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui latihan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, serta kekompakan. Rangkaian kegiatan meliputi upacara pembukaan, latihan keterampilan baris-berbaris (LKBB), yel-yel, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), isyarat dan sandi Pramuka, hingga simulasi atau role play kepramukaan.

Selain materi kepramukaan, peserta juga mendapatkan pelatihan jurnalistik sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi, komunikasi, dan kreativitas dalam mendokumentasikan berbagai kegiatan. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan memasak bersama, api unggun, dan pentas seni yang memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan bakat sekaligus mempererat persaudaraan.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pelantikan Tanda Kecakapan Umum (TKU) Pramuka Ramu dan Rakit. Pelantikan menjadi bentuk apresiasi atas proses pembelajaran dan pencapaian peserta setelah menyelesaikan tahapan kecakapan kepramukaan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka mengaku memperoleh banyak pengalaman baru yang tidak hanya meningkatkan keterampilan kepramukaan, tetapi juga melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat bekerja sama.
Pratama Putri Gugus Depan SMP Negeri 30 Jakarta, Fitri Isnani Salsabila, mengaku bangga dapat mengikuti Perjusa karena memberinya kesempatan belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab serta memahami pentingnya kerja sama dan saling membantu antarsesama anggota Pramuka.
Sementara itu, Pratama Putra Vinno Arasy Kurniawan menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk melatih keberanian, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menjadi anggota Pramuka yang lebih baik serta mampu mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Perkemahan Jumat dan Sabtu ini, SMP Negeri 30 Jakarta berharap peserta mampu menerapkan nilai-nilai kepramukaan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Selain membentuk pribadi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, kegiatan ini juga diharapkan melahirkan generasi Pramuka yang berakhlak mulia, mencintai alam, peduli terhadap sesama, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat “Tangguh, Mandiri, dan Kompak dalam Kebersamaan”, Perjusa SMP Negeri 30 Jakarta menjadi salah satu wujud nyata pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka untuk mencetak generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pewarta: Ade Afitoni

