Jakarta Selatan – Sebanyak 30 anggota Pramuka Penegak putra dan putri dari Gugus Depan 10.231 dan 10.232 Kwartir Ranting Pesanggrahan, Jakarta Selatan menuntaskan pengembaraan ke Desa Kanekes, Banten, pada Jumat-Sabtu, 19-20 Juni 2026. Didampingi 8 orang dewasa, termasuk Kamabigus yang juga Kepala Sekolah SMK 10 Nopember, pengembaraan berjalan seru dan menyenangkan.

Selama dua hari satu malam, peserta menginap di rumah panggung kayu milik warga Kampung Marengo, yang berada di wilayah Adat Kanekes. Tanpa listrik, adik-adik merasakan langsung keseharian Masyarakat Adat Suku Baduy. Aktivitas dimulai dengan beranjangsana ke warga, mandi di Sungai Ciujung, makan bersama hidangan yang dimasak di dapur tungku kayu bakar, menikmati suasana malam dingin dengan langit penuh bintang, hingga puncak acara: pelantikan Penegak Bantara bagi peserta didik yang telah memenuhi persyaratan.
Kegiatan inti berupa pengembaraan menyusuri kampung-kampung dan hutan adat. Rute yang dilalui: Kampung Kaduketug, Legok Jeruk, Balingbing, Marengo, Gajeboh, Cicahkal, hingga Leuwi Buleud. Sepanjang perjalanan, peserta belajar tentang kearifan lokal, gotong royong, dan hidup selaras dengan alam.

Salah seorang peserta, Faiz, mengomentari perjalanan yang cukup melelahkan itu dengan tetap menampakkan wajah yang gembira karena antusianya. Naik turun bukit, melewati ladang dan hutan, menyebrangi beberapa jembatan bambu, dan menyaksikan gotong royong warga menyiapkan pesta pernikahan di Kampung Gajeboh. “Capek, tapi seru!”, ujarnya.
Sedangkan peserta putri banyak tertarik pada kegiatan menenun kain yang dilakukan kaum perempuan Kanekes.

“Anak-anak terlihat senang dan banyak belajar. Tinggal di rumah panggung kayu tanpa listrik dan berinteraksi langsung dengan warga. Ini tentu pengalaman yang tidak didapat di kota. Sangat bagus untuk membentuk karakter,” ujar Kak Ahmad Zainul Fadli, S.Pd., Kamabigus yang turut dalam perjalanan.
“Anggota pramuka, khususnya di golongan usia Penegak dan Pandega, sudah harus dapat mengkreasikan kegiatannya lebih ke arah membekali diri untuk dapat lebih peduli pada sesama dan mampu hidup bermasyarakat”, harapan Kak Dadang, yang juga menyertai perjalanan.

Pengembaraan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta budaya, kemandirian, dan kepedulian sosial pada anggota Pramuka.
Pewarta: Kak Dadang

