Jakarta Pusat – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Jakarta Pusat bergerak cepat membantu warga terdampak kebakaran besar yang melanda permukiman padat penduduk di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Melalui program Pramuka Peduli, Kwarcab Jakarta Pusat mendirikan Posko Dapur Air di lokasi pengungsian guna memenuhi kebutuhan dasar para korban dan petugas di lapangan.
Kebakaran hebat terjadi di Jalan Kemayoran Gempol RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, pada Senin (1/6/2026). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, sedikitnya 250 rumah hangus terbakar dan berdampak pada sekitar 330 Kepala Keluarga (KK). Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Merespons kondisi darurat tersebut, jajaran Pramuka Jakarta Pusat langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Posko Dapur Air yang didirikan menyediakan berbagai kebutuhan konsumsi darurat, seperti air minum, susu, kopi, dan teh hangat bagi para pengungsi maupun petugas yang masih melakukan penanganan di lapangan.
Langkah cepat tersebut merupakan implementasi semangat pengabdian yang selama ini ditekankan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Jakarta Pusat, Kak Suprayogie. Menurutnya, anggota Pramuka harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan siap hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Kehadiran Pramuka di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah juga menjadi wujud nyata pelaksanaan nilai-nilai Trisatya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan pelayanan masyarakat.

Selain mendirikan Posko Dapur Air, Pramuka Jakarta Pusat turut membantu pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Koordinator Kecamatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kemayoran sebanyak 500 boks makanan. Distribusi bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Kemayoran, Kak Agung, kepada warga terdampak di lokasi pengungsian.

Wakil Ketua Kwarcab Jakarta Pusat, Kak Asep Supriatna, mengatakan bahwa kegiatan Pramuka Peduli menjadi sarana pembelajaran sekaligus pengabdian bagi anggota Pramuka dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan.
“Melalui kegiatan Posko Pramuka Peduli, diharapkan anggota Pramuka mampu menjadi generasi yang sigap, mandiri, dan menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta layanan masyarakat yang berdampak nyata,” ujarnya.

Hingga saat ini, Posko Dapur Air Kwarcab Jakarta Pusat masih disiagakan di lokasi pengungsian untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi dasar para korban selama masa tanggap darurat dan pemulihan awal pascakebakaran.
Kehadiran Pramuka Jakarta Pusat di tengah bencana tersebut menjadi bukti nyata peran Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan yang tidak hanya membentuk karakter generasi muda, tetapi juga menanamkan jiwa kepedulian, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pewarta: Kak Asep
Sumber: pramukajakpus.id

