Jakarta Utara – Kwartir Ranting (Kwarran) Tanjung Priok kembali menyelenggarakan kegiatan Jambore Ranting (Jamran) pada tanggal 29–30 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Pramuka Tangguh, Generasi Unggul” ini berlangsung di SDN Tanjung Priok 04, Jakarta Utara, dan diikuti oleh anggota Pramuka Penggalang dari berbagai SMP sederajat se-Kecamatan Tanjung Priok.
Sebanyak 138 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri atas 43 peserta putra dan 95 peserta putri. Selain peserta, kegiatan juga melibatkan pengurus Kwartir Ranting Tanjung Priok sebagai panitia pelaksana serta sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, di antaranya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Saka Yudha Brahma Jaya yang dirintis oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta Saka Kalpataru dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara.

Pemilihan SDN Tanjung Priok 04 sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai tersendiri. Sekolah negeri tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwarran Tanjung Priok, Kak Nurasiah Jamil, yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan dengan baik.
Kegiatan Jambore Ranting secara resmi dibuka oleh Ketua Kwartir Ranting Tanjung Priok. Dalam sambutannya, beliau berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kegembiraan. Ia menegaskan bahwa berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh selama jambore akan menjadi bekal berharga bagi peserta, mulai dari kemandirian, ketangguhan, hingga keterampilan hidup yang positif.

“Jambore Ranting merupakan wadah pertemuan anggota Pramuka Penggalang untuk menjalin silaturahmi, memperkuat karakter, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih positif,” pesannya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam kegiatan edukatif dan rekreatif. Aktivitas dimulai dari pendirian tapak kemah, permainan tradisional seperti bakiak, dragon ball, egrang, estafet balok, penjinak bom, dan sumpit bola tenis meja. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang mitigasi dan penanggulangan bencana dari BPBD dan Damkar, serta edukasi pemilahan sampah dan kepedulian lingkungan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara.

Suasana semakin meriah pada malam hari melalui pentas seni dan api unggun yang menampilkan kreativitas masing-masing regu. Kegiatan kerohanian, senam bersama, hingga praktik survival turut menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan kemandirian peserta.
Tujuan utama penyelenggaraan Jambore Ranting ini adalah mencetak generasi Pramuka yang tangguh dan unggul, sesuai dengan tema yang diangkat. Melalui kombinasi kegiatan edukatif, keterampilan hidup, dan penguatan karakter, peserta diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Kesan positif pun disampaikan oleh para peserta. Wahyu dari pangkalan SMPN 55 Jakarta mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut.
“Acara Jambore Ranting Tanjung Priok sangat seru. Saya senang bisa bertemu teman-teman dari pangkalan lain. Kegiatannya berjalan lancar dan interaktif. Materi yang diberikan juga sangat relevan, mulai dari mitigasi bencana oleh BPBD, materi dari Damkar melalui Saka Yudha Brahma Jaya, hingga edukasi lingkungan hidup,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kirei dari pangkalan SMPN 221 Jakarta. Menurutnya, berbagai kegiatan yang disajikan membuat jambore menjadi pengalaman yang berkesan.

“Jamran kemarin sangat seru karena banyak kegiatan menarik dan permainan yang menyenangkan seperti bakiak, estafet balok, dan egrang. Ada juga festival seni dan api unggun pada malam hari. Penampilan dari setiap regu sangat menarik. Selain mendapatkan banyak edukasi, kami juga belajar untuk lebih mandiri,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Jambore Ranting 2026 ini, Kwarran Tanjung Priok berhasil menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai pendidikan karakter. Semangat kebersamaan, kemandirian, kepedulian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi bekal berharga yang akan dibawa pulang oleh setiap peserta sebagai generasi penerus bangsa.
Pewarta : Kak Pia

