Jakarta Timur — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Jakarta Timur menggelar Training Center (TC) I sebagai bagian dari persiapan menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII. Dalam kegiatan tersebut, Kwartir Ranting (Kwarran) Jatinegara mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti pembekalan yang menggabungkan keterampilan teknis kepramukaan dan penguatan budaya lokal Betawi.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/4/2026) ini dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwarcab Jakarta Timur, Kak Iqbal. Dalam pelaksanaannya, TC I tidak hanya menekankan pada aspek ketangkasan fisik, tetapi juga memperkuat identitas budaya sebagai bagian dari persiapan kontingen Jakarta Timur.
Delegasi Kwarran Jatinegara terdiri dari enam Pramuka Penggalang, masing-masing tiga putra dan tiga putri, yang didampingi oleh Kak Izul dan Kak Eli selaku pembina pendamping. Turut hadir mendampingi kegiatan, Ketua Kwarran Jatinegara Kak Donny Kuswara, S.IP., S.Pd., M.M.
Rangkaian kegiatan inti dimulai pada siang hari dengan materi scouting skills yang mencakup praktik pionering dan manajemen perlengkapan (packing). Sesi ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis standar perkemahan nasional.

Selanjutnya, peserta mengikuti evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut yang dipandu langsung oleh para pembina pendamping. Evaluasi ini menjadi sarana untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.
Menariknya, dalam sesi budaya, peserta diperkenalkan pada kesenian Betawi melalui penayangan lenong berjudul Si Pitung. Materi ini diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus pemahaman tentang karakter pahlawan lokal sebagai bekal penampilan seni budaya kontingen Jakarta Timur di ajang Jamnas XII.
Salah satu pembina pendamping, Kak Izul, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta, baik dari sisi keterampilan maupun kebersamaan.

“Peserta tidak hanya belajar teknik kepramukaan, tetapi juga memahami nilai budaya Betawi yang menjadi identitas daerah. Ini penting untuk membangun rasa percaya diri saat tampil di Jamnas,” ujarnya.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan teknis peserta, khususnya dalam penguasaan tali-temali dan manajemen perlengkapan. Selain itu, pengenalan budaya melalui lenong turut menumbuhkan rasa bangga terhadap kearifan lokal.
Kegiatan ini juga memperkuat jiwa korsa dan komunikasi antara peserta dan pembina, yang menjadi modal penting dalam menghadapi kegiatan tingkat nasional.
Dengan berakhirnya TC I, Kwarran Jatinegara diharapkan semakin siap berkontribusi dalam kontingen Jakarta Timur pada Jambore Nasional XII, sekaligus membawa semangat budaya Betawi ke panggung nasional.

