Kepulauan Seribu – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kepulauan Seribu menggelar Pelatihan Mitigasi Bencana bertema “Arah Kebijakan Mitigasi Bencana Gerakan Pramuka – Selaras dengan BASARNAS, BPBD, Gulkarmat, Dinkes” pada Minggu, 30 November 2025 di Gedung SMAN 69 Pulau Pramuka, Kampung Pramuka. Sebanyak 50 peserta dari unsur Gugus Depan, Penegak, dan perwakilan Saka mengikuti kegiatan tersebut.

Wakil Ketua Kwarcab Kepulauan Seribu Bidang Pengabdian Masyarakat, Pusdatin, dan HAL, Kak Aat, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya kesiapsiagaan anggota Pramuka dalam menghadapi potensi bencana. Ia menegaskan bahwa mitigasi bencana harus menjadi pedoman yang dipahami dan dilaksanakan, bukan sekadar teori. “Pedoman rekognisi hasil diskusi nanti harus disepakati dan wajib hukumnya dipatuhi serta dilaksanakan,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan pemateri dari BASARNAS, BPBD, Gulkarmat, dan PK3D dengan cakupan materi yang beragam, antara lain kebijakan mitigasi bencana oleh BPBD, Peran Pramuka sebagai subjek dan objek SAR serta metode pertolongan di perairan serta pencegahan, penanggulangan, dan pertolongan pertama saat kebakaran oleh Damkar dan mitigasi kesehatan, pencegahan penyakit, dan penanganan kegawatdaruratan oleh PK3D.

Sebelum menerima materi, peserta menjalani pretest untuk mengukur sensitivitas terhadap potensi kebencanaan. Di setiap akhir sesi, peserta kembali mengikuti post-test serta diskusi panel untuk memperdalam pemahaman. Selain teori, peserta juga mendapat pelatihan praktik melalui simulasi penanganan kebakaran yang dipandu langsung oleh Gulkarmat.
Melalui kegiatan ini, Kwarcab Kepulauan Seribu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat, terutama generasi muda. Para peserta mengapresiasi pelatihan ini dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi kebencanaan di lingkungan Pramuka Kepulauan Seribu.
Pewarta: Kak Safaat
Dokumentasi: Kak Ratu

