Kepulauan Seribu — Sebanyak 30 Pramuka Penggalang dari SMPN Satu Atap 01 Pulau Pari mengikuti pelatihan kewaspadaan bencana yang digelar pada Rabu (29/4/2026) di halaman sekolah setempat, Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.
Pelatihan dimulai pukul 09.30 WIB dan melibatkan 9 pembina Pramuka serta 5 personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kabupaten Kepulauan Seribu sebagai narasumber sekaligus fasilitator simulasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung terkait langkah-langkah penanganan awal saat terjadi bencana, khususnya kebakaran. Materi disampaikan melalui pengarahan serta praktik simulasi menggunakan peralatan yang disediakan oleh petugas damkar.

Kepala SMPN Satu Atap 01 Pulau Pari, Kak Trimo, S.Pd., M.M., yang juga bertindak sebagai Ketua Mabigus, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini bagi para peserta didik.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang penanganan bencana sedini mungkin agar peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekitarnya,” ujar Trimo dalam sambutannya.
Pelatihan ini merupakan bentuk sinergi antara pihak sekolah dengan Sudin Gulkarmat Kepulauan Seribu dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah kepulauan yang memiliki kerentanan terhadap berbagai potensi bencana.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktik yang diharapkan mampu membentuk sikap tanggap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.
Pewarta: Pramuka SMPN Satu Atap 01 Pulau Pari

