Jakarta — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta menyerahkan sebanyak 291 kilogram sampah elektronik (e-waste) kepada Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026). Penyerahan dilakukan di Gedung Kwarda DKI Jakarta.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta, Kak Isnawa Adji, mengatakan bahwa e-waste tersebut merupakan hasil pengumpulan dari anggota Pramuka se-DKI Jakarta. Adapun jenis sampah elektronik yang diserahkan meliputi komputer, televisi, dispenser, telepon genggam rusak, hingga speaker.
Menurut Kak Isnawa, limbah peralatan listrik dan elektronik yang sudah tidak terpakai mengandung material bernilai sekaligus bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti timbal, merkuri, dan kadmium. Oleh karena itu, e-waste memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat.
“Limbah dari peralatan listrik dan elektronik yang sudah tidak terpakai, seperti HP rusak, laptop usang, TV, dan kulkas, mengandung material berharga sekaligus bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga harus dikelola dengan benar,” ujarnya.

Seperti diketahui, limbah elektronik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Limbah B3 yang masuk ke lingkungan dapat menyebabkan asidifikasi tanah sehingga merusak kualitas tanah dan membuatnya tidak layak untuk bercocok tanam maupun dijadikan hunian. Selain itu, limbah elektronik juga berpotensi mencemari air tanah dan udara dengan zat-zat berbahaya.
Penyerahan e-waste ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan peran aktif Gerakan Pramuka DKI Jakarta dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah elektronik secara bertanggung jawab.
Pewarta: Kak Oki


2 Comments
kak oki hebat sekali membersihkan lingkungan pramuka
Babak bapaknya semangat terus ya untuk menambah semangatnya