Jakarta — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta mengirimkan perwakilannya, Kak Siti Maryana Hikmatin atau yang akrab disapa Kak Nana, untuk mengikuti Pelatihan Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas yang digelar pada 1–5 Desember 2025 di Ruang 1 Lantai 4 BPBD Provinsi DKI Jakarta.
Pelatihan ini diikuti oleh 37 peserta yang berasal dari berbagai komunitas dan lembaga se-Jabodetabek. Selama lima hari, peserta mendapatkan rangkaian materi dan praktik mengenai konsep pengurangan risiko bencana, strategi respons berbasis komunitas, serta teknik kesiapsiagaan di wilayah perkotaan.

Kegiatan mencakup paparan materi dari para instruktur profesional serta latihan praktik untuk memperkuat pemahaman peserta dalam menerapkan sistem pengelolaan risiko bencana yang efektif di lingkungan masing-masing.
Perwakilan Kwarda DKI Jakarta, Kak Nana, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan dampak langsung terhadap program kerja bidang Pengabdian Masyarakat dan Pramuka Peduli.
“Manfaat dari pelatihan ini akan berpengaruh pada program-program yang akan kami jalankan nantinya, baik di tingkat Kwartir maupun pangkalan,” ujar Kak Nana.
Ia juga berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata, terutama dalam konteks perkotaan yang rawan risiko bencana.

“Harapan saya, pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas dapat diterapkan di wilayah perkotaan dan diperkuat melalui peran Pramuka dalam mengurangi risiko bencana, serta mendukung pemerintah dalam mempersiapkan Kelurahan Tangguh Bencana,” tambahnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas komunitas dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana, sekaligus memperkuat peran aktif Pramuka dalam aksi kemanusiaan.
Pewarta: Kak Nana

