Jakarta Barat — Kesadaran akan pentingnya perlindungan anak dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Gerakan Pramuka. Melalui program Jakarta Barat SAFE, Kwartir Cabang Jakarta Barat menghadirkan ruang dialog dan pembelajaran bagi generasi muda untuk menjadi pionir perubahan.
Kegiatan ini merupakan program Dewan Kerja Cabang Jakarta Barat yang dilaksanakan dengan bimbingan serta dukungan penuh dari Bidang Pembinaan Anggota Muda (Binamuda) Kwarcab Jakarta Barat.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Kwarcab Jakarta Barat, Kak Diding Wahyudin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut sejalan dengan komitmen nasional dalam perlindungan anak.
“Pelaksanaan Safe From Harm ini sesuai dengan Peraturan Perlindungan (PP) Safe From Harm Nomor 004 Tahun 2021, serta mendukung kebijakan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu memahami pentingnya mencegah perundungan, kekerasan, dan berbagai bentuk tindakan yang merugikan. “Mari kita ciptakan ruang belajar dan berorganisasi yang aman, inklusif, dan berintegritas,” pesannya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang perlindungan anak dan Safe From Harm, yakni Kak Laiyin, Wakil Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas) sekaligus anggota Asia Pacific Safe From Harm Regional Panel. Kehadirannya memberikan perspektif global dan nasional terkait implementasi Safe From Harm di lingkungan kepramukaan.
Dalam kegiatan ini diperkenalkan konsep SAFE sebagai pendekatan menyeluruh, yang meliputi, Support (Dukungan): Membangun sistem dukungan antaranggota. Awareness (Kesadaran): Meningkatkan pemahaman terhadap bahaya kekerasan dan perundungan. Freedom (Kebebasan bertanggung jawab): Memberikan ruang berekspresi tanpa melanggar hak orang lain. dan Empowerment (Pemberdayaan): Membekali peserta menjadi agen perubahan.
Materi disampaikan melalui seminar interaktif yang dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD). Peserta aktif berdiskusi dan memecahkan studi kasus terkait isu kekerasan, etika digital, serta interaksi sosial positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) DKI Jakarta Kak Vina Dwi Cahyani yang memberikan perspektif lebih luas tentang implementasi Safe From Harm di tingkat provinsi.

Kak Talia Putri Andini Ketua DKC Jakarta Barat menyebut keterbatasan waktu sebagai tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan. “Banyak peserta yang meminta agar durasi kegiatan ditambah karena mereka merasa materi dan diskusi sangat bermanfaat dan ingin mendalaminya lebih lanjut,” ujar Kak Talia.
Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu perlindungan anak dan etika digital menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda saat ini.
Melalui Jakarta Barat SAFE, yang menjadi program unggulan DKC Jakarta Barat dengan dukungan penuh Binamuda Kwarcab Jakarta Barat, diharapkan lahir generasi Pramuka yang tidak hanya tanggap terhadap isu kekerasan dan perundungan, tetapi juga mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
Program Safe From Harm ditegaskan bukan sekadar agenda kegiatan, melainkan komitmen bersama untuk melindungi setiap insan Pramuka dan mewujudkan budaya organisasi yang aman, inklusif, serta berintegritas.
Pewarta: Kak Raka Surya Kurniawan

