Jakarta Timur — Sebanyak 30 peserta menghadiri Technical Meeting kegiatan Lokal Thrifting (Loting) yang digelar di Aula Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Sabtu (28/2). Pertemuan ini menjadi tahap persiapan menjelang pelaksanaan acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret 2026.

Kegiatan Lokal Thrifting (Loting) merupakan gerakan pengelolaan limbah tekstil melalui konsep tukar pakaian, terinspirasi dari sistem thrifting yang berkembang di kawasan Pasar Senen. Namun, berbeda dengan transaksi jual beli pada umumnya, Loting menerapkan mekanisme penukaran berbasis koin.
Dalam sistem tersebut, peserta membawa pakaian layak pakai untuk kemudian disortir dan dikurasi oleh panitia. Pakaian yang memenuhi standar kelayakan akan diberi nilai dalam bentuk koin, yang nantinya dapat digunakan untuk “bertransaksi” dan menukar dengan pakaian lain saat hari pelaksanaan.
Technical meeting diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan pemaparan teknis kegiatan oleh panitia, serta sesi kurasi pakaian. Proses kurasi dilakukan untuk memastikan seluruh barang yang dipajang saat acara utama dalam kondisi bersih dan layak digunakan kembali.

Ketua Pelaksana kegiatan, Tsauban Maududi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Loting diharapkan menjadi solusi kreatif dalam mengurangi limbah tekstil yang jumlahnya terus meningkat dan relatif sulit diolah kembali.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meminimalisir limbah tekstil sekaligus menjadi wadah bagi anak muda untuk menukar atau mendapatkan pakaian secara lebih berkelanjutan. Konsep ini bukan sekadar thrifting, tetapi juga edukasi lingkungan,” ujarnya.
Salah satu peserta, Komang Tri dari SMAN 14 Jakarta, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Loting menjadi langkah konkret untuk mengurangi penumpukan pakaian yang tidak terpakai.
“Menurut saya ini sangat menarik untuk diikuti, apalagi untuk mengurangi pakaian yang sudah tidak terpakai,” kata Komang.

Panitia menyebutkan jumlah peserta masih berpotensi bertambah hingga hari pelaksanaan. Dengan konsep ekonomi sirkular yang sederhana dan partisipatif, kegiatan Lokal Thrifting diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan limbah tekstil secara kreatif dan berkelanjutan.
Pewarta: Saka Kalpataru Jakarta Timur


26 Comments
Hello, just wanted to mention, I liked this article.
It was inspiring. Keep on posting!
all the time i used to read smaller content that also clear
their motive, and that is also happening with this piece of writing which I am reading
at this time.
Way cool! Some extremely valid points! I appreciate you penning
this write-up and also the rest of the website is also really good.
Saved as a favorite, I like your blog!
This page certainly has all the information and facts I wanted concerning this subject
and didn’t know who to ask.
Kisah Senja yang Memberikan Makna
Ardi adalah sosok dewasa yang menghadapi kehidupan dengan penuh kesabaran. Pada sebuah kesempatan, ia berjumpa Maya, seorang perempuan mandiri yang memiliki pemikiran berbeda.
Pertemuan mereka membuat cerita baru. Mereka saling berbagi pengalaman hidup, impian, serta nilai
tentang kesetiaan.
Hari demi hari, keduanya merasakan bahwa kebijaksanaan bukan hanya tentang pengalaman, tetapi
juga tentang kemampuan memahami perasaan orang lain.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa ikatan yang
kuat membutuhkan komunikasi. Pada akhirnya, mereka merasakan bahwa kehidupan penuh warna
hadir dari ketulusan hati dan waktu yang dilalui.