Jakarta Utara — Ratusan anggota Pramuka Penggalang dari jenjang SD hingga SMP mengikuti ajang Gema Lomba Pramuka (GELORA) Salisa VIII yang digelar di SMP Negeri 151 Jakarta selama dua hari, Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah dan menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan karakter bagi peserta didik.

Pada hari pertama, Sabtu (7/2), perlombaan difokuskan bagi peserta tingkat SMP/MTs sederajat. Sebanyak 65 regu yang terdiri dari 40 regu putri dan 25 regu putra, dengan total 520 peserta, beradu kemampuan dalam berbagai mata lomba. Dari hasil penilaian dewan juri, SMP Negeri 9 Jakarta berhasil meraih Piala Juara Umum Bergilir, sementara Piala Juara Umum Tetap diraih oleh SMP Negeri 12 Jakarta.
Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (8/2), dengan melibatkan peserta dari tingkat SD/MI sederajat. Sebanyak 376 peserta yang tergabung dalam 47 regu, terdiri dari 22 regu putra dan 25 regu putri, turut memeriahkan perlombaan dengan menampilkan semangat kepanduan dan sportivitas.

GELORA Salisa VIII mendapat perhatian dari sejumlah tokoh dan unsur kepramukaan. Hadir di antaranya Kasatlak Pendidikan, Wakil Ketua Bina Muda Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Utara Kak Satini, serta jajaran Andalan Kwartir Ranting Koja. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pembinaan Pramuka di satuan pendidikan.
Kualitas perlombaan turut didukung oleh dewan juri yang berkompeten. Andalan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta bertugas sebagai juri pada kategori Yel-Yel, sementara penilaian Lomba Keterampilan Baris-Berbaris Tongkat (LKBBT) dilakukan oleh Kak Junaedi dari Kwarcab Jakarta Utara.

Ketua Pelaksana GELORA Salisa VIII, Kak Wikanti Krois, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi Pramuka se-Jabodetabek sekaligus sarana melatih daya juang dan mental bertanding peserta. Menurutnya, perlombaan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berprestasi yang sehat di kalangan Pramuka Penggalang.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 151 Jakarta, Kak Siti Wahdatun Nuriah, M.Pd., menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata meraih piala. Ia berharap nilai-nilai kepramukaan seperti kemandirian, disiplin, kerja sama, dan pantang menyerah dapat diimplementasikan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan utama saya bukan hanya soal piala. Saya ingin melihat adik-adik penggalang mengimplementasikan nilai kemandirian, disiplin, dan kerja sama sesuai Dasa Darma. Mentalitas pantang menyerah itulah kemenangan sejati,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa GELORA Salisa VIII menjadi bukti konsistensi SMP Negeri 151 Jakarta dalam membina kegiatan ekstrakurikuler Pramuka sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda yang cerdas secara intelektual dan kuat secara mental.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan. GELORA Salisa VIII meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan diharapkan dapat terus menjadi ajang pembinaan Pramuka Penggalang yang menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai kepanduan.
Pewarta: Kak Ade Fatoni


1 Comment
seruu bgtt gelora kemarin dapet pengalaman baru dan dapet temen baruu kemarin