Jakarta — Sebanyak 466 anggota Kontingen Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta resmi dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026. Pelepasan kontingen berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Halaman Gedung Blok G, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Pelepasan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Kak Uus Kuswanto, S.Sos., M.A.P. Dalam kesempatan itu, Uus membacakan sambutan Gubernur DKI Jakarta selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta pada pelepasan Kontingen Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta untuk mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026.

Dalam sambutan tersebut, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang telah terpilih menjadi bagian dari Kontingen DKI Jakarta. Para peserta disebut sebagai putra-putri terbaik yang akan membawa nama baik Jakarta dalam pertemuan besar Pramuka Penggalang tingkat nasional.
Jambore Nasional XII tidak hanya menjadi ajang pertemuan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi ruang pendidikan untuk membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, serta memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat mempererat persaudaraan, menumbuhkan kemandirian, mengasah kepemimpinan, serta mengamalkan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai duta Jakarta, para peserta diminta mengikuti seluruh kegiatan dengan semangat belajar, melayani, dan mengabdi. Mereka juga diharapkan menunjukkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, dan gotong royong sebagai bagian dari jati diri Gerakan Pramuka. Kekompakan regu dan sikap saling membantu juga menjadi pesan penting selama mengikuti kegiatan.

Para peserta juga diingatkan untuk menggunakan perangkat gadget secara bijak selama seluruh rangkaian kegiatan. Gadget diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran kegiatan sekaligus digunakan secara bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari masyarakat Jakarta yang menjadi tuan rumah Jambore Nasional, Kontingen DKI Jakarta juga memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan keramahan dan kesantunan kepada peserta dari berbagai daerah. Para peserta diminta menyambut saudara-saudara Pramuka dari Sabang sampai Merauke dengan senyum, rasa hormat, dan semangat persaudaraan. Jakarta diharapkan dapat ditampilkan sebagai kota yang tidak hanya maju dan modern, tetapi juga hangat, inklusif, serta menjunjung tinggi kebinekaan.
Para peserta juga diminta menjadi tuan rumah yang baik dengan membantu peserta lain yang membutuhkan informasi maupun pertolongan, membangun persahabatan tanpa membedakan latar belakang, serta memberikan kesan bahwa Jakarta merupakan rumah yang ramah bagi semua.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan kepada para pembina pendamping dan pimpinan kontingen atas dedikasi, kerja keras, serta pendampingan kepada peserta. Dukungan turut diberikan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, serta seluruh jajaran dinas di wilayah DKI Jakarta untuk mendukung Kontingen DKI Jakarta.
Sejalan dengan motto Gerakan Pramuka, “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” pengalaman mengikuti Jambore Nasional diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk tumbuh sebagai pribadi yang tangguh, berkarakter, kreatif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Gubernur juga menyampaikan keyakinannya bahwa para peserta Jambore Nasional merupakan generasi muda Jakarta yang kelak dapat menjadi kebanggaan daerah, Gerakan Pramuka, dan Indonesia. Mereka diharapkan dapat melanjutkan estafet pengabdian serta turut membangun Indonesia yang lebih baik.

“Pergilah dengan semangat, berkaryalah dengan integritas, bertemanlah tanpa batas, dan pulanglah dengan membawa inspirasi untuk Jakarta dan Indonesia,” demikian pesan Gubernur kepada para peserta.
Dengan diiringi doa masyarakat Jakarta, Kontingen DKI Jakarta secara resmi dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026. Para peserta diharapkan mampu membawa semangat persaudaraan, nilai-nilai kepramukaan, serta pengalaman yang diperoleh selama kegiatan untuk diterapkan dalam kehidupan dan pengabdian setelah kembali ke Jakarta.
Pewarta: Pusdatin Kwarda DKI Jakarta

