Jakarta Utara – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Utara bekerja sama dengan Astra Sera menggelar kegiatan bertajuk “Jejak Literasi Budaya” pada Minggu, 17 Mei 2026 di Aula Catur Saka Kwartir Cabang Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan generasi muda sekaligus pembekalan bagi calon peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026 Kontingen Cabang Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari enam Kwartir Ranting se-Jakarta Utara, yakni Cilincing, Koja, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pademangan, dan Penjaringan. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Utara, para Pimpinan Cabang, pembina pendamping, panitia, serta perwakilan dari Astra Sera.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Utara, Kak Edwin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Astra Sera atas kolaborasi positif yang terjalin dalam menghadirkan ruang pembelajaran kreatif bagi generasi muda Pramuka Jakarta Utara.
Menurutnya, kegiatan membatik bukan hanya sekadar belajar seni, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Ia mengingatkan bahwa batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia yang harus dijaga oleh generasi muda.

“Pramuka hari ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki kreativitas, keterampilan komunikasi, namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan karakter bangsa,” ujar Kak Edwin.
Selain membatik, peserta juga mendapatkan pelatihan public speaking untuk meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berbicara di depan umum, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara komunikatif dan inspiratif.
Kegiatan “Jejak Literasi Budaya” bertujuan mengenalkan sekaligus mempertahankan budaya Indonesia melalui pembelajaran membatik. Para peserta mendapat pengalaman praktik langsung membatik tulis dan batik cetak, mulai dari penjiplakan pola, mencanting, pewarnaan, hingga proses nglorod.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta dari Kwartir Ranting Penjaringan, Meidina Clarissa Zhafira dari pangkalan SMPIT Pluit Raya, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang dengan kegiatan kemarin. Pengalaman membatik sangat menantang karena melatih kesabaran dan fokus saat mencanting sketsa. Setelah melewati semua tahapan, saya merasa puas dan bangga dengan hasilnya,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Rinas Atdeliya dari Sekolah Rakyat Ancol, Kwartir Ranting Pademangan. Menurutnya, kegiatan membatik memberikan pengalaman baru sekaligus mengajarkan pentingnya melestarikan budaya bangsa.
“Saya senang bisa belajar membatik. Membuat batik juga mengajarkan saya untuk mengasah kesabaran, dan setiap goresan lilin terasa istimewa karena saya sedang melestarikan budaya Indonesia,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Utara berharap para peserta, khususnya calon kontingen Jambore Nasional XII Tahun 2026, dapat menjadi generasi muda yang kreatif, percaya diri, berbudaya, dan mampu menjaga warisan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman.

Pewarta: Kak Fahmi

