Jakarta Utara — Kegiatan Jambore Ranting Cilincing menghadirkan metode pembelajaran berbeda melalui sistem rotasi materi, yang memungkinkan peserta memperoleh pengalaman belajar secara merata dari berbagai bidang dalam waktu singkat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibagi ke sejumlah kelompok untuk mengunjungi beberapa pos materi yang telah disiapkan panitia. Setiap kelompok menghabiskan waktu sekitar satu jam di setiap pos, sehingga seluruh peserta berkesempatan mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.
Beragam materi edukatif disajikan secara interaktif, mulai dari permainan tradisional oleh Dewan Kerja Ranting, pengetahuan reptil khususnya ular oleh SIOUX, hingga edukasi tentang lebah oleh Filosofi Lebah Nusantara. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan keterampilan bushcraft dari Kak Asep Supriyadi, serta kegiatan kreatif seperti menghias ring kacu dan membuat lampion.

Pada sesi keterampilan, materi menghias ring kacu menjadi salah satu yang menarik perhatian peserta. Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengembangkan kreativitas melalui inovasi sederhana dengan memanfaatkan bahan seperti rotan dan resin.
Pemateri, Basuki, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melatih keterampilan dasar kepramukaan, tetapi juga mendorong kreativitas peserta.
“Selain melatih keterampilan dasar seperti membuat simpul, kegiatan ini juga menambah nilai estetika pada ring kacu yang mereka gunakan. Harapannya, adik-adik tidak hanya terampil, tetapi juga kreatif,” ujarnya.
Dalam praktiknya, peserta diberikan ring kacu berbahan rotan, resin, serta cetakan logo Jambore Ranting Cilincing. Proses pembuatan dimulai dari mencampur resin, menuangkannya ke dalam cetakan, hingga menempatkan ring kacu agar menyatu dengan hasil cetakan yang mengeras.

Salah satu peserta, Ulil Albab dari SMP Ar Ridha, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai hasil karya yang dibuat tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menjadi kenang-kenangan dari kegiatan jambore.
“Senang sekali bisa dapat cinderamata khas dari jambore ini. Selain bisa dipakai, ini juga jadi kenang-kenangan dari kegiatan yang sangat keren,” ujarnya.
Melalui sistem rotasi ini, panitia berupaya memaksimalkan waktu kegiatan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang variatif. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik yang menyenangkan dan aplikatif.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, wawasan, serta kreativitas Pramuka Penggalang, sekaligus memperkaya pengalaman mereka selama mengikuti Jambore Ranting Cilincing.
Pewarta: Kak Amel


1 Comment
What a information of un-ambiguity and preserveness of precious
know-how regarding unpredicted emotions.