Jakarta — Pangkalan SMP Negeri 208 Jakarta melaksanakan kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) pada 12–13 Desember 2025 sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan kepramukaan di alam terbuka. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, serta memperkuat kerja sama regu para siswa.
Perjusa dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 208 Jakarta, Kak Sumartiningsih, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai wahana pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, kegiatan kepramukaan yang dikemas secara edukatif dan kompetitif mampu menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap kepemimpinan sejak dini.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti rangkaian aktivitas kepramukaan yang terbagi ke dalam enam pos. Pos pertama menguji kemampuan baris-berbaris, sementara pos dua hingga pos empat berfokus pada keterampilan sandi dan komunikasi, meliputi semaphore, morse, dan berbagai sandi kepramukaan. Pada pos lima, peserta diuji pemahamannya tentang PUPK, sedangkan pos enam mengasah keterampilan teknik dan kerja sama regu melalui pembuatan tandu.
Selain kegiatan inti di pos-pos, Perjusa juga diisi dengan berbagai aktivitas pendukung yang membangun kebersamaan dan mental peserta, seperti upacara api unggun, penampilan kreativitas tiap regu, renungan malam, serta senam bersama. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.

Kegiatan Perjusa SMPN 208 Jakarta ditutup dengan pelantikan Penggalang Ramu, Rakit, dan Terap, serta prosesi serah terima jabatan Dewan Penggalang dari masa bakti 2024/2025 kepada Dewan Penggalang 2025/2026. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap nilai-nilai kepramukaan dapat tertanam kuat dalam diri siswa dan menjadi bekal positif dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Kak Raihan

