Jakarta Utara — Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Cilincing menyelenggarakan Sidang Paripurna Ranting (Sidparan) Cilincing 2026 pada Sabtu, 31 Januari 2026, di SMKN 4 Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari perwakilan ambalan Penegak se-wilayah Cilincing.

Sidparan Cilincing 2026 mengusung tema “MANCING (Mantapkan Aksi Cilincing)” sebagai upaya memperkuat peran Pramuka Penegak dan Pandega dalam merancang program kerja yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwarran Cilincing, Kak Suprianto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa citra positif Gerakan Pramuka sangat ditentukan oleh sejauh mana kehadiran anggota Pramuka dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan aktif peserta didik golongan Penegak dan Pandega di tengah masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap Gerakan Pramuka. Ia menegaskan bahwa program kerja yang disusun dalam Sidparan tidak boleh hanya bersifat seremonial atau sekadar memenuhi kewajiban organisasi.

“Keberhasilan citra positif Gerakan Pramuka salah satunya ditentukan oleh manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Jika profil Penegak dan Pandega di masyarakat baik, maka citra Gerakan Pramuka juga akan ikut baik. Karena itu, program yang disusun jangan hanya bersifat seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata,” ujar Kak Suprianto.
Sidang Paripurna ini membahas sejumlah agenda penting, di antaranya pandangan umum dari utusan ambalan, pemaparan capaian program kerja selama satu tahun terakhir, serta penyusunan proyeksi kegiatan untuk satu tahun ke depan. Forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi peserta dalam menyampaikan gagasan, evaluasi, serta rekomendasi program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dan masyarakat sekitar.

Melalui Sidparan ini, Kwarran Cilincing berharap dapat menciptakan ruang pembelajaran demokrasi bagi anggota Pramuka Penegak dalam mengasah kemampuan berkolaborasi, berpendapat, serta merumuskan aksi nyata yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda sebagai warga DKI Jakarta yang berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan harmonis.
Para peserta mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti Sidparan. Kak Arya dari Ambalan SMKN 36 Jakarta menilai forum ini memberinya kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses perencanaan kegiatan Dewan Kerja.
“Sidang Paripurna ini bikin saya merasa benar-benar dilibatkan dalam penyusunan kegiatan Dewan Kerja. Tidak hanya duduk dan mendengarkan, tapi ikut berpikir bersama untuk menentukan arah Pramuka Penegak Cilincing ke depan. Seru sekali,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kak Reisya dari Ambalan SMA YANIIC yang merasakan pentingnya proses diskusi dalam membangun kedewasaan berpikir.

“Di Sidang Paripurna ini saya belajar bahwa setiap suara memiliki arti. Diskusi dan perbedaan pendapat dengan teman-teman baru justru menjadi proses pendewasaan bagi saya sebagai Pramuka Penegak,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Sidparan Cilincing 2026, diharapkan program kerja Pramuka Penegak di wilayah Cilincing dapat semakin terarah, relevan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang aktif, peduli, dan bertanggung jawab.
Pewarta: Kak Amel

