Jakarta Timur – Dalam rangka memberikan jaminan kemanan dan kualitas produk pangan pada bulan Ramadan, Saka POM Jakarta Timur turut hadir bersama BBPOM Balai Besar POM (BBPOM) di Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melakukan pengawasan pangan takjil melalui operasional mobil laboratorium keliling di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur pada Jumat (06/03/2026). Pengawasan ini dipimpin langsung oleh Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dan turut melibatkan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sudin Kesehatan Jakarta Timur, puskesmas setempat, Polisi Pamong Praja, dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.
“Hari ini kami dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur hadir bersama BBPOM di Jakarta di Pasar Rawamangun dalam rangka monitoring keamanan pangan selama bulan suci Ramadan” ungkap Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin.
Pada kesempatan yang sama Kepala BBPOM di Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar turut menyampaikan, “Kami BBPOM di Jakarta melakukan sampling dan pengujian kemudian edukasi kepada pedagang dan masyarakat terkait pangan siap saji takjil selama Ramadan ini.”
Melalui Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan serta Krida Informasi Obat dan Makanan, Saka POM Jakarta Timur turut serta dalam pengawasan oleh unsur masyarakat sebagai kader BPOM yang termasuk kedalam pilar pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia.
Bersama dengan BBPOM di Jakarta, anggota Saka POM melakukan sampling dan pengujian menggunakan Rapid Test Kit (Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow) serta melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara langsung kepada pedagang dan masyarakat mengenai empat bahan berbahaya dalam pangan, nomor izin edar Obat dan Makanan, BPOM Mobile, dan himbauan untuk Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa).
Melalui kegiatan sinergi pengawasan pangan takjil ini, diharapkan masyarakat dapat turut serta dalam melakukan pengawasan pangan yang beredar dengan menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak dalam memilih pangan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya (BPOM-WS).

