Jakarta Timur — Saka Bakti Husada (SBH) Kwartir Ranting Cakung menggelar kegiatan literasi kesiapsiagaan bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 14 anggota SBH Cakung, didampingi satu pamong putra serta dua instruktur saka putri dari Puskesmas Kecamatan Cakung.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, baik alam maupun non-alam.
Penanggung jawab pembinaan SBH Cakung, Kak Winda Apriani, saat membuka kegiatan menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan bencana sehingga diperlukan kesiapan sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Saka Bakti Husada dapat menjadi generasi yang tanggap, memiliki pengetahuan, serta mampu berperan aktif dalam situasi darurat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar materi, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai jenis-jenis bencana, kesiapsiagaan, serta upaya mitigasi risiko. Peserta juga mengikuti kegiatan observasi lapangan untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana keselamatan yang dimiliki BPBD DKI Jakarta.
Tidak hanya teori, peserta juga mendapatkan kesempatan praktik melalui simulasi penanganan bencana. Mereka dilatih dalam komunikasi darurat serta pembuatan konten edukasi berupa video literasi berbentuk berita sebagai media penyebaran informasi kepada masyarakat.
Selain itu, peserta turut merasakan pengalaman simulasi menggunakan teknologi virtual reality (VR), yang memberikan gambaran nyata dalam menghadapi situasi kebakaran maupun kecelakaan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Puskesmas Kecamatan Cakung sebagai pembimbing dan pembina, serta Kwartir Ranting Cakung yang memfasilitasi transportasi dan kebutuhan konsumsi peserta.
Salah satu peserta, Jeremiya Gracia Lubis, mengaku kegiatan ini memberikan pemahaman baru terkait cara menyelamatkan diri dan orang lain saat terjadi bencana.
“Terima kasih kepada BPBD DKI Jakarta yang telah memberikan edukasi, sehingga saya lebih memahami bagaimana menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Aswa Mirobi yang menilai kegiatan ini tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan pengalaman nyata melalui simulasi.
“Kegiatan ini sangat seru, apalagi saat simulasi kebakaran dan penggunaan VR. Kami jadi tahu bagaimana cara menangani korban dalam kondisi darurat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh serta menjadi agen edukasi kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekitarnya.
Pewarta: Kak Adjie Wongso. M

