Jakarta Utara — Ambalan Pragalas (Pramuka Gaya Tiga Belas) SMAN 13 Jakarta melaksanakan kegiatan pengembaraan selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (8–10/5/2026), sebagai bagian dari pemenuhan Syarat Kecakapan Umum (SKU) bagi anggota Pramuka Penegak tingkat Laksana.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin kepramukaan, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembentukan karakter, meliputi kemandirian, ketahanan fisik, serta kemampuan observasi lingkungan. Lokasi utama kegiatan dipusatkan di kawasan Kebun Raya Bogor, yang menjadi media pembelajaran langsung bagi peserta dalam mengenal keanekaragaman hayati.

Menariknya, dalam pelaksanaan tahun ini, seluruh peserta memilih menggunakan transportasi umum sebagai sarana perjalanan menuju lokasi kegiatan. Rombongan memulai perjalanan dengan Transjakarta menuju Stasiun Tanjung Priok, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line hingga Stasiun Bogor.
Penggunaan moda transportasi publik tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan adaptasi serta meningkatkan kepekaan sosial para peserta dalam berinteraksi di ruang publik. Kehadiran puluhan anggota Pramuka dengan seragam lengkap di dalam KRL pun sempat menarik perhatian pengguna jasa lainnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai rangkaian uji kompetensi, di antaranya navigasi darat, kerja sama tim, hingga penelitian mandiri terhadap ekosistem di kawasan Kebun Raya Bogor.

Pembina Gudep Putra SMAN 13 Jakarta, Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan pengembaraan merupakan tahapan penting dalam pembentukan karakter anggota Pramuka.
“Pengembaraan ini adalah tahap penting untuk membentuk karakter pemimpin yang tangguh, peduli, serta memiliki rasa saling menjaga sesuai dengan nilai Dasadharma,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Ambalan Pragalas berharap para peserta tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki mental yang kuat, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
Pewarta: Muhammad Fikri Alfarizi

