Jakarta Selatan — Aksi kepedulian sosial dan lingkungan ditunjukkan oleh gugus depan Pramuka Sekolah Dasar Negeri (SDN) Petukangan Utara 06, Jakarta Selatan. Sebanyak 400 anggota Pramuka golongan siaga dan penggalang terjun langsung mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah dan pemukiman sekitar sebagai bentuk solidaritas serta mitigasi dampak abu vulkanik pasca erupsi Gunung Krakatau yang terbawa angin hingga ke wilayah Jabodetabek.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu siang tadi. Dengan mengenakan seragam lengkap Pramuka serta atribut masker dan perlengkapan kebersihan, para siswa tampak antusias membersihkan halaman sekolah, rumah, saluran air, serta lingkungan sekitar dari sisa-sisa debu vulkanik yang menempel.
Kepala Sekolah SDN Petukangan Utara 06 selaku Kamabigus, Kak Nizar, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kepedulian sosial, gotong royong, serta kesadaran tanggap bencana sejak usia dini kepada para siswa.
”Melalui kegiatan kepramukaan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga peka terhadap kondisi alam dan lingkungan sekitar. Dampak erupsi Gunung Krakatau yang abu-nya sempat mencemari udara dan fasilitas umum menjadi momentum pembelajaran nyata tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Kepala Sekolah selaku anggota Mabigus, Kak Sugiarti, S.Pd, MM mengatakan bahwa “Kebersihan merupakan sebagian dari pada iman, oleh karena itu sekolah selalu mendukung kegiatan pramuka yang mencerminkan nilai-nilai islami”, ujarnya.
Selain membersihkan debu di sekitar tempat linggal dan lingkungan sekolah, para anggota Pramuka ini juga mengkampanyekan pentingnya penggunaan masker serta menjaga kebersihan sumber air bersih guna mengantisipasi gangguan kesehatan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat sisa abu vulkanik.
Aksi nyata ini mendapat apresiasi positif dari para warga dan orang tua murid yang ikut mendampingi. Warga berharap kegiatan positif semacam ini terus digalakkan untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, peduli sesama, dan cinta lingkungan.
Pewarta: Kak Agus Budi Utomo

