Jakarta Timur — SMPN 179 Jakarta menggelar kegiatan edukasi mitigasi bencana gempa bumi dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, melibatkan seluruh warga sekolah serta dukungan dari berbagai pihak.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pramuka Gudep 05-117 dan 05-118 yang berkolaborasi dengan PMR SMPN 179 Jakarta, serta didukung oleh Damkar Kelurahan Kalisari. Selain itu, masyarakat RT setempat dan pihak kelurahan juga turut memberikan dukungan demi kelancaran kegiatan.

Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi. Para peserta mendapatkan materi mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa, seperti teknik drop, cover, and hold on, pentingnya mengenali jalur evakuasi, serta cara berkumpul di titik aman setelah gempa terjadi.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi evakuasi gempa bumi. Dalam simulasi tersebut, siswa diarahkan untuk mempraktikkan tindakan yang tepat saat terjadi gempa, mulai dari berlindung di bawah meja hingga melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Ketua pelaksana kegiatan Kak Furqonnudin Zulkaisi menyampaikan bahwa edukasi ini sangat penting untuk membentuk kesiapan mental dan keterampilan siswa dalam menghadapi situasi darurat. “Kami ingin siswa tidak panik ketika terjadi gempa, tetapi mampu bertindak dengan cepat dan benar berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mempererat kerja sama antara sekolah, organisasi siswa, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, SMPN 179 Jakarta menunjukkan komitmennya dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana, khususnya gempa bumi, sebagai bagian dari pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.

