Jakarta Selatan — Pelantikan dan pengukuhan Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) serta Pengurus Gugusdepan (Gudep) 06-139/06-140 Majapahit Pangkalan SDN Pondok Labu 03 berlangsung khidmat pada Selasa, 19 November 2025. Prosesi sakral ini diwarnai turunnya hujan deras sesaat sebelum dimulai, yang oleh para peserta dimaknai sebagai tanda kesungguhan dan ketulusan dalam memulai amanah baru.

Dalam sambutannya, Ketua Gudep yang baru dilantik, Kak Lidia, menekankan pentingnya menjalankan pembinaan Pramuka dengan hati dan penuh ketulusan. Ia mengingatkan bahwa kegiatan kepramukaan tidak boleh menjadi aktivitas rutin tanpa makna.
“Kegiatan ini jangan hanya sebagai rutinitas, namun mesti didasari pada ketulusan membina adik-adik,” ujar Kak Lidia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap Musyawarah Gugusdepan hingga pelaksanaan pengukuhan sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
Suasana haru menyelimuti acara ketika Ketua Kwartir Ranting Cilandak, Kak Joko Turanto, memberikan sambutan. Ia mengaku merasa seperti kembali ke rumah sendiri karena pernah bertugas sebagai Kepala Sekolah di SDN Pondok Labu 04 yang berada satu lingkungan dengan pangkalan Majapahit.

Kak Joko juga mengingatkan bahwa Gudep Majapahit memiliki sejarah prestasi, salah satunya meraih predikat Gugusdepan Tergiat tahun 2011. Meski tahun ini tidak mengikuti penilaian karena belum memiliki ruang gudep khusus, ia memuji pola pembinaan yang dinilainya “terarah, terukur, dan terprogram dengan baik.”
Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa esensi pembinaan bukan sekadar memenangkan lomba atau menghasilkan Siaga Garuda semata. “Keterampilan hanya alat. Pramuka mendidik karakter,” tegas Kak Joko.
Menurutnya, karakter yang ingin dicetak melalui Pramuka mencakup sopan santun, disiplin, tanggung jawab, kerajinan, hingga kemampuan memimpin dan dipimpin yang mulai diasah sejak usia Siaga melalui sistem Pinrung dan Wapinrung.

Ia juga memberi sejumlah penekanan untuk para Pembina menegakkan nilai karakter dalam proses Pramuka Garuda, memperhatikan pembentukan karakter saat permainan dan bukan hanya fokus pada materi, melibatkan tokoh masyarakat dalam Musyawarah Gudep, serta meningkatkan kompetensi Pembina melalui KMD dan KML.
Kak Joko juga mengingatkan bahwa Pembina luar yang belum memiliki Surat Keputusan (SK) tidak diperkenankan menandatangani SKU, demi menjaga legalitas dan standar pembinaan.
Hadir pula Waka Binawasa Kwarda DKI Jakarta, Kak Dudung Dulpikar, yang menyampaikan pesan khusus dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kak Nahdiana.
“Kegiatan Pramuka bukan merupakan tugas tambahan, namun bagian dari pembinaan karakter,” ujar Kak Dudung.
Ia menekankan pentingnya peran Mabigus dalam memfasilitasi pembinaan, termasuk memfasilitasi Pembina yang belum mengikuti Kursus Mahir Dasar agar dapat mengikuti pelatihan tersebut.
Untuk menghidupkan suasana, Kak Dudung memberikan seutas tali dan menantang peserta membuat simpul jangkar. Tantangan ini disambut tawa dan antusias, dan sebanyak 14 Pembina berhasil membuat simpul tersebut dengan tepat.
Kak Dudung menutup pesannya dengan tolok ukur sederhana namun penting. “Ciri gugusdepan yang berkarakter adalah adik-adiknya bersalam dengan tamu yang hadir.”
Acara pelantikan ditutup dengan pembacaan doa oleh Kak Ipwan, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang sarat pesan pembinaan dan penuh harapan. Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan profesionalisme Pembina serta peningkatan kualitas pembinaan karakter peserta didik di Gugusdepan Majapahit.
Pewarta: Kak Joko

