Jakarta Barat — Sebanyak 117 anggota Pramuka Kwarran Cengkareng mengikuti Pelantikan Pramuka Garuda yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, di SMK Negeri 53 Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Pramuka Garuda yang Disiplin, Tangguh, dan Bertanggung Jawab” sebagai komitmen pembentukan karakter unggul di lingkungan Gerakan Pramuka.

Peserta pelantikan terdiri atas 72 Pramuka Siaga, 33 Pramuka Penggalang, dan 12 Pramuka Penegak. Mereka dinyatakan layak menyandang predikat Pramuka Garuda setelah melalui proses pembinaan, latihan, serta penilaian yang panjang dan berjenjang.
Acara dibuka oleh perwakilan Kwartir Ranting, Kak Ningrum, S.Pd., yang menjabat sebagai BPK. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pramuka Garuda harus mampu menjadi teladan di berbagai lingkungan.
“Anggota Pramuka Garuda harus mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, jujur, dan berakhlak mulia, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan sarat makna. Acara diawali dengan penampilan palang pintu dan tarian tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya. Prosesi dilanjutkan dengan penyematan tanda Garuda, pidato perwakilan Siaga oleh Kak Ananda Akram Ziyad Ramdhan, serta renungan yang diakhiri dengan prosesi cuci kaki orang tua sebagai simbol bakti dan penghormatan kepada keluarga. Pelantikan secara resmi dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang Jakarta Barat Kak Diding Wahyudin.
Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut. Jahlia Nisa dari MAN 12 Jakarta mengaku bangga dapat mencapai tingkat Pramuka Garuda setelah melalui proses panjang. “Saya merasa bangga karena berhasil melewati latihan dan penilaian hingga sampai di tahap ini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Nayla Fauziah dari SMKN 33. Ia menilai momen pelantikan menjadi kenangan penting dalam perjalanan hidupnya. “Suasananya sangat khidmat dan membuat saya terharu. Ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para Pramuka Garuda mampu mengamalkan nilai-nilai kepramukaan secara konsisten dan menjadi contoh bagi teman sebaya. Predikat Garuda tidak hanya menjadi simbol kecakapan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus menjaga integritas, kedisiplinan, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Kak Izul

