Jakarta – Bagi sebagian orang, pelatihan kebencanaan mungkin terdengar menegangkan. Namun bagi Kak Dico Iquanto Nugraha, seorang Anggota Pramuka dari Kwarran Cengkareng, Kwarcab Jakarta Barat, pengalaman mengikuti Pelatihan Basic Safety Training selama tiga hari justru menjadi momen yang tak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memacu adrenalin dan meninggalkan kesan mendalam.

Pelatihan yang digelar Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta pada 21–23 November 2025 ini berlangsung di dua lokasi: Gedung Kwarda DKI Jakarta dan Gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Selama kegiatan, para peserta dibekali berbagai ilmu dan keterampilan dasar keselamatan oleh tiga instansi utama: BPBD DKI Jakarta, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Saat ditanya bagaimana perasaannya mengikuti pelatihan intensif tersebut, wajah Dico seketika berbinar. “Luar biasa kak, acaranya keren sekali. Kita bukan hanya belajar teori tapi langsung aksi!” ungkapnya penuh antusias.

Baginya, tiga hari pelatihan bukan sekadar duduk mendengarkan materi, tetapi benar-benar menjadi peserta yang dilibatkan langsung dalam berbagai simulasi dan praktik lapangan. Dico mengaku sangat menikmati metode pelatihan yang aplikatif dan menantang, sekaligus membuka mata tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Dari seluruh rangkaian kegiatan, ada satu momen yang paling membekas dalam ingatan Dico: simulasi gempa bumi. “Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika simulasi terjadi gempa dan akhirnya main air alias basah-basahan,” katanya sambil tertawa.
Simulasi tersebut menguji ketenangan, koordinasi, dan ketangkasan para peserta. Mereka diajak merasakan langsung bagaimana bergerak cepat, melakukan evakuasi, hingga menghadapi situasi ketika instalasi air pecah atau lingkungan sekitar tidak stabil. Momen basah-basahan itulah yang membuat suasana pelatihan terasa lebih hidup dan menyenangkan, meskipun tetap penuh nilai edukatif.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan para profesional di bidang kebencanaan—sesuatu yang jarang ditemui dalam kegiatan rutin Pramuka. Pembelajaran mulai dari manajemen bencana, pertolongan pertama, cara memadamkan api, hingga strategi penyelamatan diri diterima dengan penuh antusias oleh seluruh peserta, termasuk Dico.
Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa peran Pramuka bukan hanya baris-berbaris atau kegiatan outdoor, tetapi juga berada di garda terdepan dalam mitigasi dan respons bencana.
Bagi Kak Dico, Basic Safety Training bukan sekadar kegiatan kepramukaan. Ia menganggapnya sebagai bekal penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kota besar seperti Jakarta yang memiliki potensi bencana cukup beragam.
“Pelatihan ini bikin saya lebih siap, lebih sigap, dan lebih paham bagaimana harus bertindak saat keadaan darurat,” tuturnya.
Dengan pengalaman yang penuh aksi, tawa, sekaligus pembelajaran nyata, Dico berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar semakin banyak Pramuka muda yang terlatih dan siap menjadi agen keselamatan di lingkungan masing-masing.
Pewarta: Kak Nana

