JAKARTA SELATAN — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Jakarta Selatan menggelar kegiatan Jamboree on the Air–Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) Tahun 2026 pada 16–18 Oktober 2026 di Kwarcab Jakarta Selatan. Kegiatan yang diikuti sekitar 300 Pramuka Penggalang dan Penegak ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan komunikasi radio sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap pemanfaatan teknologi komunikasi di era digital.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Informatika Kwarcab Jakarta Selatan, Kak Ir. Barita Sianipar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa JOTA-JOTI menjadi sarana bagi anggota Pramuka untuk mengenal dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.
“Melalui JOTA-JOTI, peserta diharapkan mampu memahami berbagai potensi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus berkontribusi menciptakan dunia yang damai dan inklusif,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan diawali pada Jumat (16/10) dengan pembekalan bagi panitia. Kegiatan tersebut difokuskan pada pendalaman materi, pemantapan teknis, serta simulasi praktik sebagai persiapan penyampaian materi kepada peserta selama dua hari berikutnya.
Pada Sabtu (17/10), kegiatan diikuti oleh Pramuka golongan Penggalang yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni pagi dan siang. Peserta mendapatkan materi mengenai tata cara komunikasi menggunakan radio amatir serta praktik Slow-Scan Television (SSTV), teknologi yang memungkinkan pengiriman gambar melalui gelombang radio.
Sementara itu, pada Minggu (18/10), giliran Pramuka golongan Penegak mengikuti rangkaian pembelajaran serupa melalui kombinasi materi teori dan praktik komunikasi radio secara langsung.
Dalam penyelenggaraannya, Kwarcab Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Jakarta Selatan. Kerja sama tersebut mencakup pendampingan teknis, pengenalan perangkat radio amatir, hingga fasilitasi terkait perizinan amatir radio sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Zahra, peserta dari SMPN 178 Jakarta yang berasal dari Kwartir Ranting Pesanggrahan, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru mengenai dunia radio amatir.
“JOTA-JOTI ini sangat seru karena kita bisa belajar sambil praktik langsung. Saya jadi tahu apa itu radio amatir, bagaimana cara berkomunikasi melalui radio, dan bagaimana pemanfaatannya dalam kegiatan kepramukaan,” katanya.
Hal senada disampaikan Kessya, peserta dari SMA Kemala Bhayangkari. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan mengenai teknologi komunikasi, tetapi juga membuka kesempatan memperluas jaringan persahabatan dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah.
“Seru banget bisa mengenal teman-teman Pramuka dari luar daerah lewat radio. Kami juga belajar SSTV dan bisa bertukar pengalaman sekaligus menambah relasi,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan JOTA-JOTI 2026, Kwarcab Jakarta Selatan berharap peserta mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, meningkatkan literasi teknologi, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Gerakan Pramuka dalam menghadirkan ruang belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan, kolaborasi, dan inklusivitas di kalangan generasi muda.
Pewarta: Muhammad Bintang Kusuma
Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Jakarta Selatan

