Jakarta — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta terus memperkuat kapasitas anggotanya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Basic Life Support Course (BLS) yang digelar di Gedung Kwarda DKI Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Pelatihan ini diikuti sekitar 180 peserta yang berasal dari unsur Abdimas Kwartir Cabang, Satuan Tugas Pramuka Peduli (Satgas PP) Kwarcab, serta anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh wilayah DKI Jakarta.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Kwarda DKI Jakarta Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas), Kak Ratiyono, yang menegaskan pentingnya kemampuan pertolongan pertama bagi anggota Gerakan Pramuka, khususnya mereka yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan penanganan situasi darurat.
“Kegiatan Basic Life Support Course ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi merupakan upaya untuk membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan ketika menghadapi kondisi darurat. Harapannya, peserta mampu bertindak dengan cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Kak Ratiyono.

Menurutnya, keterampilan dasar dalam memberikan bantuan hidup sangat dibutuhkan agar anggota Pramuka mampu memberikan pertolongan awal secara benar sebelum korban mendapatkan penanganan lanjutan dari tenaga medis maupun pihak yang berwenang.
Selain itu, Kak Ratiyono juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak hanya diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat ditularkan kepada anggota Pramuka lainnya di masing-masing Kwartir Cabang.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip-prinsip Basic Life Support (BLS), mulai dari penanganan kondisi darurat hingga teknik dasar memberikan pertolongan awal yang aman dan tepat. Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan anggota Pramuka dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan yang dapat terjadi di lingkungan masyarakat.

Antusiasme tinggi dari sekitar 180 peserta mencerminkan besarnya kepedulian anggota Gerakan Pramuka DKI Jakarta terhadap peningkatan kompetensi di bidang pengabdian masyarakat, pertolongan pertama, dan kesiapsiagaan bencana.
Melalui penyelenggaraan Basic Life Support Course ini, Kwarda DKI Jakarta berharap semakin banyak anggota Pramuka yang memiliki kemampuan memberikan respons cepat dalam kondisi darurat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mencetak Pramuka yang tidak hanya terampil dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga siap hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan pelayanan sosial.

Pewarta: Satgas PP Kwarda DKI

