Jakarta Timur — Saka Kalpataru Jakarta Timur menggelar kegiatan sosialisasi pilah sampah dari rumah sekaligus pembagian tong sampah pilah secara door-to-door di RW 016 Perumahan Jatinegara Indah, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Warga RW 016 tersebut diikuti oleh 10 kepala keluarga serta 11 anggota Saka Kalpataru Jakarta Timur. Melalui kegiatan ini, warga diberikan pemahaman mengenai klasifikasi sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), hingga residu.
Tidak hanya penyampaian materi, edukasi juga dilakukan secara langsung dengan metode door-to-door. Para anggota Saka Kalpataru mendatangi rumah warga untuk memberikan penjelasan sekaligus membagikan tong sampah pilah khusus untuk sampah organik.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur selaku Ketua Mabisaka Kalpataru Jakarta Timur, Kak Julius Monangta, dalam arahannya menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, terutama menjelang kebijakan baru pengelolaan sampah di DKI Jakarta.
“Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu. Artinya, pemilahan sampah dari rumah menjadi hal yang wajib dilakukan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan langkah awal gerakan nyata yang harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh anggota Saka Kalpataru.
“Ini bukan akhir, tetapi langkah perdana. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya,” kata Julius.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari komunitas Rumah Memilah yang diwakili oleh Kak Santi Syahril dan Kak Fajar Satiyani, dengan menyediakan fasilitas tong sampah pilah serta dukungan edukasi kepada warga.
Instruktur Saka Kalpataru Jakarta Timur, Kak Ishaq Ainun B dan Kak Kevin Alusius, turut hadir mendampingi jalannya kegiatan serta memastikan proses sosialisasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui penerapan prinsip Kurangi, Pilah, dan Olah (KUPILAH), kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri di rumah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad, yang mendorong perubahan menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Saka Kalpataru Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan, sekaligus mengajak warga untuk mulai berkontribusi dari langkah sederhana, yakni memilah sampah dari rumah.
Pewarta: Saka Kalpataru Jakarta Timur

