Jakarta — Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari jenjang Siaga, Penegak, serta para pembina mengikuti kegiatan edukatif yang diselenggarakan oleh Satuan Komunitas (SAKO) SPN Jakarta Selatan di Museum Nasional Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran langsung di lapangan.
Kegiatan secara resmi dilepas oleh KH Aceng Karimullah selaku Majelis Pembimbing (MABI) SAKO SPN. Dalam arahannya, ia memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana menambah wawasan, pengalaman, serta memperkuat karakter kepramukaan. Turut hadir mendampingi, Pembina SAKO SPN Jakarta Selatan, Ismanto.
Sebelum tiba di lokasi kegiatan, para peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai penggunaan transportasi umum, khususnya sistem TransJakarta. Peserta jenjang Siaga diperkenalkan dengan tata cara menggunakan transportasi publik, mengenali rute halte, hingga pentingnya menjaga disiplin dan ketertiban selama berada di fasilitas umum.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai fungsi kursi prioritas di transportasi umum. Para peserta diajak memahami bahwa kursi tersebut diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penumpang yang membutuhkan. Edukasi tersebut dipraktikkan langsung selama perjalanan agar peserta mampu menumbuhkan sikap peduli, menghormati sesama, dan mendahulukan kepentingan orang lain.

Setibanya di Museum Nasional, peserta diajak mengenal berbagai koleksi sejarah dan budaya bangsa Indonesia. Mereka mempelajari peninggalan arkeologi berupa prasasti, arca, dan benda-benda kerajaan masa lampau, koleksi numismatik seperti uang kuno, hingga warisan etnografi yang menggambarkan keberagaman budaya Nusantara.
Kegiatan juga diisi dengan pengenalan sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Peserta mempelajari proses masuknya Islam melalui jalur perdagangan, perkembangan kerajaan Islam di Nusantara, hingga peran ulama dalam menyebarkan dakwah. Selain itu, peserta turut mendapatkan wawasan mengenai sejarah Al-Qur’an di Indonesia, termasuk perkembangan penulisan mushaf dan pendidikan Al-Qur’an di tanah air.
Bagi peserta jenjang Siaga, kegiatan semakin menarik dengan adanya aktivitas mewarnai yang berlangsung penuh antusias. Aktivitas tersebut menjadi sarana kreatif sekaligus edukatif untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan keceriaan dalam belajar.

Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari penguatan program 29 Karakter Luhur yang digaungkan SAKO SPN. Nilai-nilai tersebut selaras dengan Dasa Dharma Pramuka, seperti disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, kreatif, peduli sesama, dan semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, SAKO SPN Jakarta Selatan berharap peserta tidak hanya memperoleh pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas, serta siap menjadi teladan di lingkungan sekitarnya.
Pewarta: SakoSpn.jakarta

