Jakarta Utara — Saka Wanabakti kembali menggelar kegiatan pembinaan anggota yang sarat akan nilai edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai ini dilaksanakan di Hutan Kota Rawa Malang dengan mengusung materi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dari Krida Guna Wana, yaitu “Pengenalan Jenis Pohon” serta “Pengolahan Hasil Hutan (Kompos)”.

Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan jenis pohon yang dilakukan secara langsung di lapangan. Para anggota Saka Wanabakti diajak menjelajahi area hutan kota untuk mengamati berbagai jenis pohon yang tumbuh di lokasi tersebut. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan dari pemateri, tetapi juga diberikan tugas praktik untuk mengidentifikasi jenis-jenis pohon tertentu serta menghitung jumlah pohon yang mereka temukan. Metode pembelajaran ini dirancang agar peserta lebih aktif, teliti, dan mampu memahami keanekaragaman hayati secara nyata di lingkungan sekitar.

Selain melatih kemampuan observasi, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian anggota terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan kota sebagai salah satu paru-paru lingkungan perkotaan. Dengan mengenal berbagai jenis pohon, diharapkan anggota dapat lebih menghargai peran penting vegetasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Setelah sesi lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan materi pengolahan hasil hutan berupa pembuatan kompos. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengomposan, seperti mesin pembuat kompos dan mesin penggiling daun. Peserta juga dikenalkan dengan penggunaan EM4 sebagai bahan tambahan yang dapat mempercepat proses penguraian bahan organik menjadi kompos yang siap digunakan.
Tidak hanya teori, peserta juga melihat secara langsung contoh kompos alami yang dihasilkan dari daun-daun yang telah dicacah. Penjelasan mengenai tahapan pengomposan, manfaat kompos bagi tanah, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam materi ini. Hal ini diharapkan dapat mendorong anggota untuk memanfaatkan limbah organik secara bijak dan mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.

Kegiatan ini dipandu oleh Ka Hanif, Ka Jessica Paat, serta didukung oleh Dewan Saka yang turut aktif membimbing jalannya kegiatan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat, terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti setiap sesi yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, Saka Wanabakti berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Pembelajaran berbasis praktik seperti ini menjadi langkah nyata dalam mencetak anggota yang peduli, terampil, dan siap berkontribusi bagi keberlanjutan alam di masa depan.
Pewarta: Kak Jesica Paat

