Jakarta Timur – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta Timur menggelar kegiatan Orientasi Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) pada Sabtu (25/4) di Aula Balai Besar POM Jakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 14.30 WIB ini bertujuan merekrut sekaligus membekali kader muda dalam bidang pengawasan obat dan makanan.
Sebanyak 21 anggota Saka POM mengikuti kegiatan ini, didampingi oleh unsur pembina, pamong saka, serta instruktur dari BPOM Jakarta. Orientasi dibuka oleh Kepala Pinsaka POM Jakarta Timur, Nurul Hidayah Hadiyati, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung sistem pengawasan obat dan makanan di masyarakat.
Dalam sambutannya, Nurul menyampaikan bahwa anggota Saka POM diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, khususnya terkait maraknya penyalahgunaan obat-obatan di kalangan pelajar.
“Anggota Saka POM harus mampu menjadi agen informasi yang melindungi lingkungan dari bahaya penyalahgunaan obat serta menyaring berbagai informasi hoaks dengan mengacu pada sumber yang valid,” ujarnya.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya pengenalan Saka POM, kepramukaan, serta edukasi terkait penyalahgunaan obat-obat tertentu. Materi disampaikan oleh para narasumber, termasuk Nurul, Yusak, dan Kirno, serta pembinaan dari pamong Saka POM.
Selain pembekalan materi, peserta juga mengikuti free test untuk mengukur pemahaman awal mereka. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam proses pembinaan lanjutan.
Setelah seluruh rangkaian pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah pembentukan Dewan Saka POM Jakarta Timur. Proses ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi serta meningkatkan peran aktif anggota dalam menjalankan program kerja Saka POM ke depan.
Wakil Ketua Bidang Humas, Komunikasi, Informasi, dan Kerja Sama Kwarcab Jakarta Timur, Untung Santoso, yang turut hadir, menegaskan bahwa anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi kader yang aktif di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Pramuka harus hadir sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif, termasuk dalam isu kesehatan dan keamanan obat,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, peserta akan memperoleh Syarat Kecakapan Khusus (SKK), piagam keikutsertaan, serta Tanda Kecakapan Khusus (TKK).
Melalui kegiatan ini, BPOM Jakarta Timur berharap dapat mencetak kader-kader muda yang tangguh, peduli, dan berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan obat dan makanan.
Pewarta: Kak Taufiq Indrajit

