Jakarta Pusat — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta melaksanakan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan takjil pada Rabu (4/3/2026) di sekitar wilayah Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala BPOM, dimaksudkan untuk memastikan pangan takjil yang dikonsumsi masyarakat aman tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil methanyl yellow dan rhodamin B.
Bersinergi dengan Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kwarcab Jakarta Pusat, petugas dan anggota pramuka melakukan sampling dan pengujian takjil dengan menggunakan rapid-test kit serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan penerapan pada Krida Pemantauan Obat dan Makanan, Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan serta Krida Informasi Obat dan Makanan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar berpesan kepada masyarakat mengenai pentingnya pangan aman yang dikonsumsi oleh masyarakat. “Tujuan dari diadakan intensifikasi pangan adalah memastikan makanan yang beredar aman, sehat serta tidak mengandung zat-zat berbahaya. Kami juga menekankan kepada pelaku usaha agar tidak menjual produk yang mengandung zat-zat berbahaya karena menimbulkan dampak negatif kepada kesehatan bagi konsumen”, ujar Taruna.
Melalui kegiatan ini, Saka POM berupaya untuk terus bersinergi memberdayakan generasi muda untuk berperan aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan untuk melindungi masyarakat dari produk yang bersiko terhadap kesehatan. (INF-FH)

