Jakarta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta turut memeriahkan Festival Satuan Karya (Saka) Pramuka DKI Jakarta dengan menghadirkan Mobil Simulator Gempa di halaman Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Wahana edukasi kebencanaan tersebut langsung menarik perhatian peserta. Mobil simulator dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) 1–7 ini memungkinkan pengunjung merasakan langsung guncangan layaknya gempa bumi dengan intensitas berbeda.
Perwakilan BPBD DKI Jakarta, Kak Faradilah, menjelaskan bahwa mobil ini bukan hanya menghadirkan pengalaman nyata, tetapi juga merupakan satu-satunya mobil simulator gempa yang dimiliki instansi pemerintah di Indonesia.
“Mobil Simulator Gempa ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Kami berharap peserta dapat merasakan guncangan dan mempraktikkan metode Drop (merunduk), Cover (berlindung), dan Hold On (bertahan),” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa edukasi kebencanaan perlu diberikan secara terus-menerus, terutama kepada generasi muda seperti Pramuka yang memiliki kemampuan menyebarkan informasi mitigasi di masyarakat.
“Semoga melalui simulator ini anggota Pramuka dan warga Jakarta semakin memahami cara melindungi diri saat terjadi gempa,” tambahnya.
Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta, Kak Ratiyono, juga mencoba langsung pengalaman simulasi gempa tersebut. Ia mengapresiasi BPBD DKI Jakarta atas kontribusinya dalam Saka Fest yang dinilai memperkuat literasi kebencanaan.
“Wah, seru juga bisa merasakan langsung dan memahami apa yang harus dilakukan saat gempa. Terima kasih BPBD telah menghadirkan mobil ini,” ungkapnya.
Festival Saka Pramuka DKI Jakarta 2025 menghadirkan beragam wahana edukasi, pameran keahlian Saka, dan kolaborasi lintas instansi yang bertujuan memperkuat kesiapsiagaan generasi muda menghadapi berbagai potensi bencana.
Pewarta: Pusdatin Kwarda DKI Jakarta

