Jakarta – Menyambut penyelenggaraan Festival Satuan Karya (Saka Fest) DKI Jakarta 2025, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta memperkenalkan sebuah logo yang sarat makna, mencerminkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberagaman yang menjadi identitas Pramuka Jakarta. Logo ini hadir bukan sekadar simbol visual, melainkan cerminan dari nilai, harapan, dan energi generasi muda Pramuka dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa depan.

Perpaduan Kembang Kelapa dan Kembang Api: Simbol Tradisi dan Kemeriahan
Dalam desainnya, logo Saka Fest 2025 mengangkat inspirasi utama dari kembang kelapa, ikon khas dalam setiap kegiatan kepramukaan. Kembang kelapa melambangkan keteguhan, perjuangan, dan pertumbuhan—nilai-nilai yang tertanam kuat dalam diri setiap anggota Pramuka. Bentuknya yang berkembang ke segala arah mencerminkan kiprah Pramuka yang terus tumbuh, menjangkau berbagai lini kehidupan, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menariknya, kembang kelapa tersebut juga divisualisasikan menyerupai kembang api, menghadirkan nuansa kemeriahan, semangat muda, dan optimisme. Kombinasi ini menggambarkan bahwa tradisi kepramukaan yang kokoh dapat berjalan berdampingan dengan kemajuan zaman dan dinamika kota global seperti Jakarta.
Warna-Warni Keberagaman Saka di Jakarta
Logo Saka Fest 2025 menampilkan ragam warna cerah yang menggambarkan keberagaman dan semangat inklusivitas dalam Gerakan Pramuka. Setiap warna merepresentasikan berbagai Satuan Karya yang ada di DKI Jakarta—mulai dari Saka Bahari, Saka Wira Kartika, Saka Bhayangkara, Saka Bakti Husada, Saka Taruna Bumi, Saka Kalpataru, hingga Saka lainnya yang menjadi pilar pembinaan karakter dan pengembangan kemampuan generasi muda.
Keberagaman warna ini menunjukkan bahwa setiap Saka memiliki peran dan kekhasan yang berbeda, namun semuanya bergerak dalam semangat yang sama untuk membangun Pramuka Jakarta yang kreatif, terampil, dan berdaya guna.
Tunas Kelapa Ganda: Kesetaraan dan Kebersamaan
Di bagian tengah logo, terdapat dua tunas kelapa yang berdiri sejajar. Elemen ini melambangkan kesetaraan antara Pramuka Penegak Putra dan Putri, sekaligus menegaskan bahwa Gerakan Pramuka menjunjung nilai kebersamaan dalam setiap langkah pembinaannya. Tunas kelapa yang merupakan lambang utama Gerakan Pramuka menegaskan bahwa di mana pun Pramuka berada, semangat untuk tumbuh dan berkarya selalu menyala.
Menjadi Jembatan antara Tradisi dan Kemajuan
Keseluruhan visual logo menghadirkan narasi bahwa Pramuka Jakarta siap berperan aktif dalam era globalisasi, digitalisasi, dan inovasi, tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai luhur bangsa. Kembang api yang modern mewakili semangat Pramuka menghadapi era baru, sementara kembang kelapa tetap mengingatkan akan karakter dan tradisi yang menjadi fondasi gerakan ini.
Melalui simbol ini, Saka Fest 2025 menegaskan dirinya bukan hanya sekadar festival kreativitas antar-Saka, tetapi juga wujud nyata semangat “Jakarta Kota Global yang Berbudaya.” Pramuka Jakarta diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi dengan perkembangan zaman, kreativitas dengan nilai luhur, serta keberagaman dengan persatuan.
Pewarta : Pusdatin Kwarda DKI Jakarta

