Jakarta Timur – Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (Saka BPOM) Jakarta Timur turut memeriahkan rangkaian kegiatan Giat Saka pada Raimuna Ranting (Rairan) Cipayung, Jakarta Timur, yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (4-5/9/2026) di Bumi Perkemahan Ragunan. Kegiatan ini diikuti sekitar 180 Pramuka Penegak dan Pandega berusia 16–25 tahun dari wilayah Kecamatan Cipayung.
Melalui kegiatan ini, Saka POM Jakarta Timur memperkenalkan peran dan kegiatan Saka POM kepada para peserta dengan metode pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan aplikatif. Edukasi dikemas melalui berbagai aktivitas, mulai dari permainan ular tangga keamanan pangan, penjelasan keamanan obat dan makanan, simulasi penggunaan BPOM Mobile, hingga demonstrasi pengujian sederhana pangan menggunakan rapid test kit.
Pada kegiatan ini, sekaligus diperkenalkan tiga krida Saka POM, yaitu Krida Informasi Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, serta Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan. Melalui pendekatan praktik dan permainan, peserta diajak mengenal pentingnya peran generasi muda dalam menyebarluaskan informasi serta berpartisipasi dalam pengawasan obat dan makanan.
Pada pembukaan kegiatan, Jumat (4/9/2026), Ketua Mabi Saka POM Jakarta Timur Reandhy Putera Dharmawan turut hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. “Kami sangat antusias mengikuti kegiatan Rairan ini untuk memperluas jangkauan dan keterlibatan pemuda sebagai agent of change dan agen informasi terkait Obat dan Makanan yang aman, khususnya para anggota pramuka” ujar Reandhy.
Selain memberikan edukasi, Dewan Saka POM turut berbagi pengalaman kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk keterlibatan dalam intensifikasi pengawasan pangan menjelang hari besar keagamaan melalui tiga krida Saka POM. Ketua Dewan Saka POM Jakarta Timur Fawaz Davito Heranata juga mengajak para peserta untuk bergabung dalam keanggotaan Saka POM melalui mekanisme rekrutmen yang tersedia. Keikutsertaan dalam Saka POM diharapkan dapat menjadi wadah bagi Pramuka untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus berkontribusi dalam pengawasan obat dan makanan.
Semangat “Pramuka Berkarya, Saka POM Berdaya” diharapkan terus tumbuh sehingga semakin banyak generasi muda yang berperan sebagai agen informasi dan penggerak budaya masyarakat untuk memilih serta menggunakan obat dan makanan yang aman.
(INF-WSW)

