Jakarta Utara – Anggota Saka Kalpataru mendapat apresiasi langsung dari Menteri Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kegiatan Refuse Derived Fuel (RDF) dan korve lingkungan hidup yang digelar di SD Kemala Bhayangkari 1 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (22/2/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, aparatur wilayah, hingga masyarakat setempat. Anak-anak Pramuka Saka Kalpataru turut ambil bagian secara aktif dalam aksi bersih-bersih lingkungan.

Dalam sambutannya, Menteri BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pentingnya menciptakan lingkungan yang asri dan bersih.
“Mengikuti arahan Presiden RI terkait lingkungan asri sehingga dilaksanakannya kegiatan korve lingkungan hidup hari ini,” ujar Hanif.
Ia menambahkan, program RDF tidak sekadar seremonial, melainkan bagian dari penguatan komitmen pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kelurahan Rorotan bersama Saka Kalpataru ditargetkan mampu menuntaskan sistem pemilahan sampah dalam waktu dekat.

“Semoga dengan kegiatan Refuse Derived Fuel, Jakarta Utara bisa bebas sampah dan menjadi barometer perubahan nasional serta contoh untuk tempat lain,” tambahnya.
Pada kegiatan tersebut, anggota Saka Kalpataru terjun langsung membersihkan sampah di sekitar wilayah Rorotan bersama masyarakat, PPSU, Pasukan Hijau, Pasukan Biru, serta elemen lainnya. Aksi gotong royong itu menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.
Berdasarkan data panitia, kegiatan ini diikuti lebih dari 140 peserta yang terdiri atas unsur kepolisian, anggota Sudin LH Jakarta Utara, PPSU, Pasukan Hijau, Pasukan Biru, ibu-ibu PKK, anak Pramuka Saka Kalpataru, jurnalis Pusdatin, pengurus Kampung Pramuka, petugas keamanan, serta Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari 1.

Program RDF sendiri diharapkan menjadi solusi inovatif dalam pengurangan volume sampah melalui pengolahan yang lebih berkelanjutan. Kehadiran Saka Kalpataru dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai contoh nyata peran generasi muda dalam perubahan perilaku dan budaya lingkungan.
Sinergi lintas sektor ini menjadi langkah konkret menuju Jakarta Utara yang lebih bersih, sehat, dan berdaya guna, sekaligus mendorong model pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat untuk direplikasi di wilayah lain.

Pewarta: Ka Jessica Paat

